Puskesmas Darul Imarah Gelar Lokakarya Mini Lintas Sektor 2026

Lokakarya Mini Lintas Sektor I Puskesmas Darul Imarah Tahun 2026 yang dihadiri unsur Forkopimcam, jajaran puskesmas, keuchik, imum mukim, dan tokoh masyarakat di Gedung UDKP Kantor Camat Darul Imarah, Aceh Besar, Rabu (25/03/2026). FOTO/MC ACEH BESAR

Kabarnanggroe.com, KOTA JANTHO – Dalam upaya meningkatkan kerja sama lintas sektor serta menyatukan visi dalam menangani persoalan kesehatan masyarakat, Puskesmas Darul Imarah menggelar Lokakarya Mini Lintas Sektor I Tahun 2026, yang berlangsung di Gedung UDKP Kantor Camat Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (25/03/2026).

Camat Darul Imarah, Muhammad Basir, S.STP, M.Si dalam sambutannya menekankan pentingnya menyamakan persepsi dan memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Menurutnya, sebagai kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak di Aceh Besar, Darul Imarah menghadapi beragam persoalan, termasuk di sektor kesehatan.
“Kecamatan Darul Imarah memiliki jumlah penduduk terbesar di Aceh Besar. Kondisi ini tentu berdampak pada munculnya berbagai persoalan dalam kehidupan masyarakat, termasuk masalah kesehatan. Kehadiran para keuchik dan tokoh masyarakat diharapkan mampu melahirkan solusi melalui kerja sama lintas sektor,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Darul Imarah, dr. Nilawati, MKM memaparkan sejumlah permasalahan kesehatan yang menjadi prioritas di wilayah tersebut berdasarkan hasil survei terhadap 32 gampong.

Camat Darul Imarah, Muhammad Basir, S.STP, M.Si, foto bersama peserta Lokakarya Mini Lintas Sektor I Puskesmas Darul Imarah Tahun 2026 di Gedung UDKP Kantor Camat Darul Imarah, Aceh Besar, Rabu (25/03/2026). FOTO/MC ACEH BESAR

Ia menyebutkan, masih tingginya pola konsumsi makanan berlemak, asin, dan manis di masyarakat yang mencapai sekitar 70 persen. Selain itu, sebanyak 52,40 persen warga belum memahami program tes kesehatan gratis, dan 48,50 persen belum mengetahui tanda-tanda penyakit tuberkulosis (TBC).
“Cakupan skrining deteksi kesehatan jiwa juga masih rendah dan perlu mendapat perhatian serius,” ungkapnya.

Nilawati menambahkan, masih terdapat sejumlah perilaku masyarakat yang perlu ditingkatkan, seperti penggunaan garam beryodium yang masih rendah (25,70 persen), kurangnya pemahaman remaja tentang konsumsi tablet tambah darah (10 persen).

Selain itu juga masih adanya warga yang belum memahami penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi (8,40 persen). Bukan itu saja, upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) juga dinilai masih belum optimal.
Untuk itu, ia berharap para keuchik dan tokoh masyarakat dapat berperan aktif dalam menyosialisasikan informasi kesehatan kepada warga di masing-masing gampong.

Dalam kegiatan tersebut juga berlangsung diskusi interaktif yang menghasilkan berbagai masukan konstruktif untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Darul Imarah.

Di akhir kegiatan, dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama sebagai bentuk komitmen seluruh pihak dalam mendukung program kesehatan di masyarakat. Acara kemudian ditutup dengan kegiatan halal bihalal antara Forum Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Darul Imarah dengan para imum mukim, keuchik, dan tokoh masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Darul Imarah AKP Firmansyah, SH, Danramil Darul Imarah Kapten Emka Siregar, perwakilan KUA, PLKB, serta sejumlah tokoh masyarakat. (**)

Exit mobile version