Kabarnanggroe.com, Banda Aceh — Wanita Syarikat Islam (WSI) Aceh melaksanakan silaturrahmi antar pengurus di kediaman Wakil Ketua WSI Aceh, Ir Nurjani Abdullah, MH, di kawasan Cadek, Aceh Besar, Minggu, (25/1/2026).
Kegiatan silaturrahmi tersebut dihadiri Ketua WSI Aceh, Dr Chairan M Nur Naim MAg, bersama seluruh jajaran pengurus. Acara dibuka oleh moderator, Dra Aisyah M Ali MPd dan diisi dengan tausiah oleh Prof Dr Salami Mahmud MA, mengangkat tema Berlapang Dada.
Dalam tausiahnya, Prof Salami menjelaskan, lapang dada dalam Al-Qur’an dikenal dengan istilah syarhush shadr, sebagaimana termaktub dalam doa Nabi Musa AS: “Ya Allah, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lancarkanlah lisanku agar mereka memahami apa yang aku sampaikan.”
Menurutnya, lapang dada merupakan kunci utama ketenangan hidup. Hati yang sempit dan dipenuhi perasaan negatif akan membuat seseorang mudah gelisah dan merasa terbebani dalam menjalani kehidupan. Karena itu, penting bagi setiap Muslim mengetahui penyebab sempitnya dada sekaligus cara mengatasinya.
Prof Salami memaparkan lima penyebab utama dada menjadi sempit beserta solusinya. Penyebab pertama, meratapi masa lalu. Peristiwa buruk yang telah berlalu tidak perlu terus disesali, melainkan dijadikan pelajaran untuk melangkah ke masa depan dengan lebih baik. Latihan yang dianjurkan adalah ridha terhadap ketentuan Allah Swt.
Penyebab kedua, mencemaskan masa depan. Masa depan memang perlu direncanakan dan diikhtiarkan, namun hasil akhirnya harus diserahkan sepenuhnya kepada Allah. Dengan membiasakan diri bertawakal, seseorang akan lebih siap menerima apapun ketentuan-Nya dengan lapang dada.
Ketiga, tidak mensyukuri dan tidak menghargai apa yang dimiliki saat ini. Terlalu fokus pada masa lalu dan masa depan membuat seseorang lupa bersyukur atas nikmat yang sedang ada. Prof Salami mengingatkan agar setiap Muslim mensyukuri sekecil apa pun nikmat Allah, karena banyak nikmat yang tidak bisa dibeli dengan harta.
Keempat, lanjutnya, menempatkan kebahagiaan hati pada penilaian orang lain. Jika kebahagiaan bergantung pada pujian atau celaan manusia, maka hati akan mudah sempit. Padahal perkataan dan sikap orang lain berada di luar kendali kita, sehingga kebahagiaan sejati harus ditautkan kepada Allah Swt.
Ketua WSI Aceh, Chairan menegaskan, melalui kegiatan silaturrahmi ini, WSI Aceh berharap terjalin semakin kuat ukhuwah antar pengurus sekaligus terbangun pribadi-pribadi Muslimah yang memiliki hati lapang, tenang, dan siap berkontribusi positif bagi umat dan masyarakat. (Herman/Sayed M. Husen)
