Sukses Gelar ProKlim, Gampong Peurada Dapat Apresiasi dari IGES Jepang

Sukses Gelar ProKlim, Gampong Peurada Dapat Apresiasi dari IGES Jepang

Foto bersama usai sukses menggelar Proklim, di Gampong Peurada, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Minggu (22/12/2024). FOTO/ DOK GAMPONG PEURADA

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Gampong Peurada, Kecamatan Syiah Kuala,  Kota Banda Aceh, berhasil menyelesaikan pelaksanaan Program Kampung Iklim (ProKlim) dengan gemilang. Keberhasilan ini mendapat apresiasi tinggi dari Institute for Global Environmental Strategies (IGES) Jepang, yang melakukan monitoring dan evaluasi langsung pada 21-22 Desember 2024.

Keuchik Gampong Peurada, Marzuki Ibrahim, SE. Ak, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan program. “Alhamdulillah, pelaksanaan kegiatan akhir, pengambilan video dokumentasi, serta monitoring dan evaluasi berjalan lancar. Ini adalah buah kerja keras dan sinergi berbagai pihak, khususnya Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Gampong Peurada,” ujarnya, di Banda Aceh, Senin (23/12/2024).

Selain itu, peran Ibu Ainal yang menjamu tim IGES dengan adat dan makanan khas Aceh, serta Cek Is (Ismail), yang memukau tim dengan selebrasi adat Aceh, juga mendapat apresiasi. “Solidaritas dan kerja keras semua pihak menjadi kunci keberhasilan program ini,” tambah Marzuki.

Proklim, di Gampong Peurada, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Minggu (22/12/2024).
FOTO/ DOK GAMPONG PEURADA

Sebelumnya, Ketua Tim IGES, Ms Shaw menyatakan, capaian Gampong Peurada melampaui target yang diharapkan. “Kami sangat mengapresiasi kerja keras yang dilakukan oleh KSM Gampong Peurada. Dari lebih 100 kota di ASEAN yang kami kunjungi, Gampong Peurada termasuk dalam 3% desa yang berhasil melampaui tujuan program,” ungkapnya.

Tim IGES yang hadir dalam kegiatan tersebut juga mencakup Ms. Skye dan Mr. Pam dari Thailand, serta Pak Mukhtar dari IGES Jakarta. Mereka mengapresiasi inovasi Gampong Peurada dalam menjalankan program yang menjadi bagian dari ASEAN SDGs Frontrunner Cities (SDGs-FC).

Program ini didanai oleh Japan-ASEAN Integration Fund (JAIF) dan hanya dua proposal dari Indonesia yang diterima tahun ini, yaitu Gampong Peurada di Banda Aceh dan sebuah desa di Solo, Jawa Tengah.

Sementara itu, Ketua KSM ProKlim, Dr Sulastri MSi menjelaskan, program tersebut tidak hanya mendukung upaya mitigasi perubahan iklim, tetapi juga menciptakan produk usaha berbasis lingkungan dengan potensi komersialisasi tinggi.

“Keberhasilan ini berkat dukungan penuh dari masyarakat dan pihak-pihak terkait, termasuk peran aktif warga seperti Ir Cut Safarina Yulianti ST MM MT, yang juga berperan sebagai pengusul program dan perwakilan DLHK3 Banda Aceh,” kata Dr Sulastri.

Program ProKlim di Gampong Peurada membuktikan komitmen desa terhadap pembangunan berkelanjutan dan perlindungan lingkungan. Dengan dukungan IGES sebagai lembaga internasional, Gampong Peurada kini menjadi contoh nyata desa berkelanjutan di tingkat ASEAN.(WD/*)

Exit mobile version