Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh mengadakan pelatihan pendidikan politik bagi santri Dayah Aceh, di Hotel Rasamala Banda Aceh, Minggu (23/7/2023).
Pelatihan yang akan berlangsung selama 5 hari mulai tanggal 23-27 Juli 2023 dengan peserta sebanyak 40 orang dari berbagai Dayah di Aceh. Hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Dayah Aceh yang diwakili oleh Kabid Pembinaan Santri Dinas Pendidikan Dayah Aceh Irwan.
Wakil Ketua DPR Aceh Dr Teuku Raja Keumangan, Ketua DPD I Partai Golkar Aceh Drs H TM Nurlif SE beserta para pengurus Golkar Aceh, Ketua Satkar Ulama Aceh Dr Bustami Usman, Ketua Kosgoro Aceh H Jamaluddin ST, Ketua Majelis Dakwak Aceh Prof Syamsul Rijal dan para santri dari Dayah di Aceh.
Dalam sambutannya, Irwan Kabid Pembinaan Dayah Aceh mengatakan bahwa program pelatihan pendidikan politik bagi santri dayah di Aceh adalah program baru yang di laksanakan dari pokok pokok pikiran (pokir) anggota DPRA.
“Kita berharap pelatihan ini bisa menjadi pemantik bagi para anggota DPRA lainnya untuk menempatkan Pokir mereka pada Dinas Dayah dalam mewujudkan program program seperti ini, sehingga para santri Dayah di Aceh dapat lebih cerdas dan peka terhadap ilmu politik yang semakin berkembang,” terangnya.
Sementara itu Wakil Ketua DPRA Dr Teuku Raja Keumangan dalam sambutannya mengatakan, pendidikan politik itu sangat penting bagi santri, para santri harus memahami politik, harus cerdas menyeleksi informasi, sehingga bisa membedakan mana infirmasi yang benar dengan informasi yang hoax alias bohong.
“Para Santri adalah para generasi muda Aceh yang akan terjun langsung di tengah tengah masyarakat, oleh karena nya, para santri harus mampu menyaring informasi yang positif untuk di siarkan kepada masyarakat,” tuturnya.
Hal senada juga di utarakan Ketua DPD I Partai Golkar Aceh Drs H Teuku Muhammad Nurlif SE, ia dengan tegas mengatakan bahwa Partai Golkar Aceh berkomitmen terhadap para santri, hal itu terbukti adanya dua lembaga di tubuh Golkar yang begitu perhatian terhadap santri dan para ulama, kedua lembaga tersebut menurut TMN adalah Satkar Ulama Aceh yang di pimpin oleh Dr Bustami Usman dan Majelis Dakwah Indonesia Aceh yang di pimpin oleh Prof Dr Syamsul Rijal.
Menurut TMN, sangat penting bagi santri mengetahui pendidikan politik atau siasat, karenailmu tersebut sudah ada sejak para ulama Aceh terdahulu. Bacaleg DPR RI tersebut mengatakan bahwa ada 2 macam ilmu politik atau siasat yaitu politik dengan cara perang fisik seperti yang dilakukan oleh para pahlawan Aceh sebut saja Teuku Umar dan lain sebagainya, Tgk Chik Ditiro dan lain lain, dan politik secara diplomasi atau dialog seperti di lakukan Sultan Syahrir dan Moh Hatta di Sumatera Barat.
Terakhir TMN berharap kepada semua peseta untuk mengambil ilmu dari pelatihan pendidikan politik tersebut agar bisa menjadi santri yang cerdas dan memiliki kualitas dalam berpolitik di tengah tengah masyarakat.
“Tidak ada peradaban bagi daerah yang tidak punya pendidikan, boleh miskin tapi tidak bodoh, ” terang Teuku Muhammad Nurlif. (T Azhari)
