507 Siswa Ikuti REALISTIG VI SMAN 3 Banda Aceh

Staf Ahli Gubernur Bidang Prekonomian, Keuangan dan Pembangunan, Restu Andi Surya S.STP, MPA Mewakili PJ. Gubernur Aceh bersama para tamu undangan membuka Acara Religion Art Language Science and Sport in Smantig (Realistig) VI SMA Negeri 3 Kota Banda Aceh pada Selasa (22/10/2024). FOTO/ALFARIZI

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Sebanyak 507 siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas mengikuti kegiatan tahunan Religion, Art, Leanguage, Science, and Sport In Smantig (REALISTIG) Ke VI SMAN 3 Banda Aceh, yang di buka oleh Pj Gubernur Aceh, Dr. Safrizal ZA, M.Si., yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian, Keuangan, dan Pembangunan, Restu Andi Surya, S.STP, MPA, di Halaman SMA 3 Banda Aceh, Selasa (22/10/2024).

Pada kesempatan itu, Restu Andi Surya mengatakan, Gubernur Aceh menekankan pentingnya menghadapi tantangan zaman dengan semangat kesatria yang menjunjung tinggi nilai keberanian, moralitas, dan sportivitas.

Dengan mengusung tema “Chivalry: Taklukkan Tantangan dengan Semangat Memperjuangkan Kemenangan,” REALISTIG VI diharapkan menjadi wadah bagi siswa untuk mengasah kreativitas dan ketangguhan mental. Ajang yang mencakup berbagai kompetisi di bidang agama, seni, bahasa, sains, dan olahraga ini sekaligus memadukan nilai-nilai Islam dalam setiap aktivitasnya.

Gubernur menyampaikan apresiasi kepada SMAN 3 Banda Aceh atas konsistensi mereka dalam menyelenggarakan acara ini.

“Aceh tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga memiliki sumber daya manusia yang berbakat, cerdas, dan kreatif,” ujar Pj Gubernur dalam sambutan tertulisnya.

Kepala SMAN 3 Banda Aceh Muhibbul Khibbri, S.Pd, M. Pd, mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari mengembangkan kreatifitas dan bakat siswa, serta menyalurkan bakat siswa, disamping pembelajaran pihaknya juga perlu mengembangkan hal yang sifatnya menunjang semangat kreatifitasnya sehingga berefek positif juga dalam semangat belajarnya.

REALISTIG ini akan menjadi ajang kreativitas yang mampu mendorong penguatan daya nalar dalam berpikir, berkompetisi dan mengolah kemampuan diri bagi siswa. Lantaran pada kegiatan ini, para peserta tidak hanya mencoba bersaing dalam bidang ilmu pengetahuan, tapi juga adu tangguh dalam hal kemampuan bahasa asing, ilmu agama, seni dan juga ilmu-ilmu sosial.

“Ajang ini juga untuk membuktikan bahwa generasi – generasi dan pelajar Aceh ini mau dan mampu berbuat, kita memohon dukungan dari berbagai pihak, karena ajang ini juga suatu champion yang akan menuju nasional. Siswa sekarang juga dituntut bukan dalam hal belajar saja, tapi juga dituntut dalam penguatan profil pancasila nya,” pungkasnya. (AMZ)

Exit mobile version