Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Sebanyak 34 orang Calon Jamaah Haji (CJH) asal Aceh gagal berangkat ke Tanah Suci pada tahun ini dengan berbagai alasan, meski sudah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH).
“Dari total kuota haji Aceh tahun 2023 sebanyak 4.378 orang, namun jumlah jamaah yang akan diberangkatkan sebanyak 4.344 orang dan tersisa 34 orang kuota yang batal berangkat,” kata Drs H Azhari, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Aceh, saat konferensi pers di Asrama Haji, Banda Aceh, Senin (22/5/2023) sore.
Kakanwil Kemenag Aceh menjelaskan, jamaah yang gagal berangkat atau mundur diri tersebut karena berbagai macam kendala, mulai dari faktor kesehatan hingga ada anggota keluarga yang meninggal dunia, sehingga tidak jadi berangkat. Padahal mereka semua sudah menyelesaikan persoalan terkait pembiayaan.
“Mereka juga kami minta untuk memberikan surat pernyataan penundaan keberangkatan pada tahun ini,” tutur Drs H Azhari.
Kakanwil Kemenag Aceh menyebutkan, dari total CJH Aceh 4.344 orang, dimana jumlah jamaah laki-laki sebanyak 1.729 orang, dan perempuan 2.615 orang. Selain itu, jumlah calon jamaah haji dengan usia 65 ke atas sebanyak 1.520 orang.
Perempuan lebih mendominasi jumlah calon jamaah haji dalam tahun ini. “Jamaah Aceh akan berangkat dalam 12 kloter. Di kloter ke 12 nanti jamaah kita hanya 97 orang, akan tergabung dengan jamaah dari Lombok,” terang Azhari.
Pada kesempatan itu, Drs H Azhari juga mengungkapkan jamaah CJH termuda dalam tahun ini berasal dari Kabupaten Bireuen, yaitu Abizar Al Aqsha masih berusia 18 tahun. Sedangkan calon jamaah tertua Muhammad Taher Abdussalam, berasal dari Kabupaten Gayo Lues dengan usia 100 tahun.
“Calon jamaah yang termuda 18 tahun, dan yang tertua 100 tahun,” sebutnya.
Sementara itu, Ia menuturkan, dalam sistem pelayanan terhadap calon jamaah di Asrama Haji, diterapkan sistem one stop service atau pelayanan satu atap. Mulai dari kesehatan sampai pembagian kartu kamar, akan diberikan di tempat penerimaan sehingga para jamaah dapat langsung beristirahat.
“Kita terapkan pelayanan seperti itu untuk memberikan kemudahan bagi jamaah,” kata Azhari.
Kemudian, lanjut Azhari, dalam penempatan lokasi penginapan jamaah di Saudi Arabia dalam tahun ini, berada di dekat Masjidil Haram. Jarak hotel penginapan dengan masjid tersebut, dapat ditempuh sekitar 25 menit dengan berjalan kaki, stategisnya lokasi tersebut berjarak sekitar 1,9 kilometer.
“Tahun ini penempatan lokasi penginapan sangat dekat dengan Masjidil Haram dan bahkan bisa berjalan kaki, berbeda dari sebelumnya yang harus menempuh jarak hingga dua kali menaiki kendaraan,” pungkasnya.(WD)
