Kabarnanggroe.com, Kutacane – Panwasrah KONI Pusat, Irfan Bachtiar dan Ketua Harian PB FAJI, Amalia Yunita, mengapresiasi dan memuji atas kesiapan Kabupaten Aceh Tenggara sebagai tuan rumah pertandingan Arung Jeram PON XXI Aceh-Sumut.
Penyelenggaraan perlombaan Arung Jeram Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara di Aceh Tenggara dinilai memiliki kesiapan yang terbaik. Penilaian itu disampaikan oleh Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI Pusat).
“Sepekan sebelum dibuka (perlombaan arung jeram), Sekda Provinsi mengatakan jika kesiapan Aceh Tenggara sebagai tuan rumah adalah yang terbaik. Satu lagi, pada saat risk manajemen yang dilakukan kepolisian, Aceh Tenggara mendapatkan skor tertinggi, artinya paling berisiko tetapi memiliki manajemen risiko terbaik,” kata Panwasrah KONI Pusat, Irfan Bachtiar.
Pihaknya pun mengaku belum pernah menemukan aset seperti ini, Sungai Alas Ketambe dan Sungai Mamas Jambur Mamang. Di mana semua fasilitas ada, terutama sumber daya manusianya yang dinilai Irfan sangat membantu pihaknya yang ‘sendirian’ menggelar pertandingan cabang olahraga PON di Aceh Tenggara.
“Terus terang saja, PON kali ini tidak hanya di Aceh dan Sumatera Utara, tetapi juga di Aceh Tenggara. Terbukti Pj Gubernur Aceh datang langsung membuka kegiatan perlombaan PON di Aceh Tenggara, tidak ada daerah lain,” tambahnya.
Atas hasil ini, PB FAJI pun sangat mengapresiasi seluruh kerja keras dari semua pihak. Terutama Pemerintah Daerah Aceh Tenggara yang dinilai telah memberikan dukungan yang luar biasa. “Kami mengapresiasi atas respon cepat atas kebutuhan dan kendala selama menggelar pertandingan PON di sini. Sehingga kami (panpel) bisa mengatasi semua persoalan dan kegiatan perlombaan bisa berjalan lancar,” kata Technical Delegate cabor arung jeram PON XXI/2024 sekaligus Ketua Harian PB FAJI, Amalia Yunita, Jumat (20/9/2024).
Pihaknya pun berpesan agar para pemangku kepentingan terkait dengan Sungai Alas dan Sungai Lawe Mamas tetap menjaga kelestarian sungai serta lingkungannya. Karena sungai tersebut, menurutnya, layak untuk dijadikan venue untuk event internasional, bahkan untuk sekelas World Championship (Kejuaraan Dunia).
“Terima kasih kepada seluruh pihak. Mohon maaf jika kami ada kekurangan di penyelenggaraan PON pertama arung jeram ini. Ini adalah penyelenggaraan yang luar biasa, dengan sambutan tuan rumah dan masyarakat yang sama luar biasanya, terbaik di antara penyelenggaraan kejuaraan arung jeram yang pernah digelar,” tambahnya.
Pj Bupati Agara Drs Syakir MSi mengatakan rasa syukurnya atas kesuksesan penyelenggaraan cabang arung jeram PON XXI/2024 di Aceh Tenggara. Dengan digelarnya perlombaan arung jeram didaerahnya dirinya mengaku banyak tahu potensi-potensi kegiatan arung jeram yang bisa dikembangkan di daerahnya tersebut, baik level daerah, nasional, maupun internasional. Termasuk cambuk bagi pihaknya bagaimana menjaga lingkungan sungai.
Bahkan di Sungai Mamas dari pertama pertandingan hingga berakhir, airnya tidak pernah berwarna coklat, selalu jernih menurut para peserta. Lalu jeramnya juga dinilai sangat teknikal sekali dengan lingkungan yang masih sangat asri.
“Tepuk tangan untuk kita semua yang sudah sukses menggelar pertandingan PON di Aceh Tenggara. Dari Forkopimda hingga panitia penyelenggara, KONI Pusat, PB FAJI, serta semua kontingen provinsi yang hadir kami ucapkan terima kasih. Terutama para warga Aceh Tenggara, khususnya Jambur Mamang kami ucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya,” tukasnya.
Tiga pantun yang dibacakan oleh Pj Bupati akhirnya menutup pelaksanaan cabang olahraga arung jeram PON XXI/2024 di Aceh Tenggara. “Sungai Mamas mengalir di Jambur Mamang, masyarakat pun ramah dan penuh senyuman. Kami ucapkan selamat kepada para atlet arung jeram, bersatu menang, Aceh Tenggara dikenang,”.
“Aceh Tenggara penuh kegiatan pariwisata, kalau tidak ada PON dunia akan buta dan tak melihatnya. Terima kasih sudah mewarnai Aceh Tenggara atlet-atlet ganteng cantik dan jelita,”.
“Kopi aren warna hitam, enak diminum bersama teman. Selamat jalan kontingen arung jeram, kami lepas kalian dengan penuh kebanggaan dan senyuman,” imbuhnya kemudian.
Upacara peyerahan medali dihadiri Penjabat Bupati Aceh Tenggara Syakir beserta Isteri, mewakil Ketua DPRK dan para anggota DPRK, Kapolres Aceh Tenggara AKBP R Doni Sumarsono beserta Isteri, Dandim 0108 Aceh Tenggara mewakili Dandim 0108/AGR, Kajari Aceh Tenggara Lilik Setiyawan, Mewakili Ketua Pengadilan Negeri Kutacane, Ketua Mahkamah Syar’iyah T. Swandi beserta Isteri, Ketua MAA Thalib Akbar, Wakil Ketua MPU Burhan Numbur, Sekda Yusrizal beserta Isteri, para Asisten, Para Staf Ahli, Para Kepala OPD beserta Isteri, Panwasrah KONI Pusat Kolonel AU (Purn) Irfan bachtiar, Ketua Harian FAJI Pysat Amalia Yunita, PB PON Bambang Yusri, Ketua Komisi PB Faji Aris Widodo, para Ketua Faji atau yang mewakili dari 14 Kontingen Arung Jeram, Kabid Kopetensi PB Faji Joni Kurniawan, Kepala Bank Aceh Syariah Cabang Kutacane, Kepala Bank Syariah Indonesia Cabang Kutacane, Camat Ketambe, Camat Darul Hasanah dan para pengurus FAJI.(MTis/*)
