Kabarnanggroe.com, Aceh Tamiang — Kemendukbangga/BKKBN Aceh memperkuat layanan kesehatan keluarga dan pendampingan psikososial bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (19/1/2025).
Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari respon pascabencana yang melanda wilayah Aceh sejak 26 November 2026. Kemendukbangga/BKKBN Aceh hadir langsung di tiga desa terdampak, yakni Desa Lubuk Sidup Kecamatan Sekerak, Desa Tualang Baro Kecamatan Manyak Payed, dan Desa Simpang Empat Kecamatan Karang Baru. Kegiatan difokuskan pada edukasi kesehatan keluarga, kesehatan reproduksi, pelayanan keluarga berencana (KB), serta dukungan psikososial bagi kelompok rentan.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Aceh, Safrina Salim mengatakan, kehadiran BKKBN di Aceh Tamiang merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan pemenuhan hak kesehatan keluarga tetap berjalan meski dalam kondisi darurat.
“Kemendukbangga/BKKBN Aceh hadir untuk memastikan masyarakat terdampak bencana tetap memperoleh layanan kesehatan keluarga dan kesehatan reproduksi. Fokus kami adalah melindungi ibu hamil, pasangan usia subur, serta anak dan remaja agar tetap sehat secara fisik maupun psikologis,” ujar Safrina.
Dalam kegiatan tersebut, Kemendukbangga/BKKBN Aceh juga melakukan serah terima alat kontrasepsi kepada OPD KB melalui Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Aceh Tamiang. Langkah ini dilakukan menyusul rusaknya gudang penyimpanan alat kontrasepsi akibat banjir bandang, sehingga distribusi dan ketersediaan alat kontrasepsi di masyarakat tetap terjamin.
“Ketersediaan alat kontrasepsi pascabencana menjadi hal yang sangat penting. Karena itu, kami memastikan distribusi alat kontrasepsi tetap berjalan agar masyarakat dapat mengakses layanan KB secara berkelanjutan,” jelasnya.
Selain pelayanan KB, Kemendukbangga/BKKBN Aceh juga melaksanakan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada warga Hunian Sementara (Huntara) di Desa Simpang Empat. Edukasi tersebut menekankan pentingnya penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), baik hormonal maupun non-hormonal, untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan dalam situasi pascabencana.
“KIE ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang perencanaan kehamilan dan manfaat KB bagi kesehatan ibu dan anak, sekaligus mendorong kesejahteraan keluarga di tengah kondisi pemulihan,” kata Safrina.
Dalam rangka memperkuat pemulihan psikososial, Kemendukbangga/BKKBN Aceh juga melibatkan Forum Generasi Berencana Kota Langsa untuk memberikan pendampingan Psychological First Aid (PFA) kepada anak-anak dan remaja penyintas bencana. Selain itu, disampaikan pula edukasi Triad Kesehatan Reproduksi Remaja (Triad KRR) sebagai upaya pencegahan pernikahan dini, perilaku berisiko, dan penyalahgunaan NAPZA.
Melalui penguatan layanan kesehatan keluarga, edukasi kesehatan reproduksi, serta pendampingan psikososial ini, Kemendukbangga/BKKBN Aceh berharap masyarakat Aceh Tamiang dapat bangkit secara bertahap dari dampak bencana, sekaligus membangun keluarga yang sehat, tangguh, dan berkualitas di masa pemulihan pascabencana.(Wahyu/*)
