Daerah  

Ambruknya Drainase di Gampong Cot Mulu Picu Keresahan Petani

Sepanjang 10 meter drainase atau saluran air ambuk sebagin telah di diditikan kembali oleh kaur pembangun.19/10/2023). FOTO HARMADI

Kabarnanggroe.com, Sigli – Sebuah drainase atau saluran air sepanjang lebih kurang 15 meter yang terletak di Gampong Cot Mulu, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie, telah ambruk dan patah, menyebabkan kerugian bagi petani setempat. Drainase ini sebelumnya telah selesai dibangun pada tahun 2021, namun mengalami kerusakan serius sejak tahun 2022. Kejadian ini menjadi sorotan pada Kamis, 19 Oktober 2023.

Salah seorang warga Gampong Cot Mulu, Juanda, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pembangunan drainase tersebut. “Pembangunan itu dilakukan pada tahun 2021, namun sayangnya drainase tersebut tidak kokoh hingga akhirnya ambruk pada tahun 2022. Saat ini, sudah ada upaya memperbaikinya oleh Kaur Pembangunan,” ujar Juanda.

Ia menjelaskan bahwa terdapat keretakan pada beberapa bagian drainase dan beberapa dinding mengalami kerusakan serius hingga patah. Menurut Juanda, drainase atau saluran air seharusnya dibangun kembali dari dasar agar lebih kokoh dan tahan lama.

Hermansyah, warga setempat lainnya, juga mengungkapkan kekhawatiran serupa. Menurutnya, drainase tersebut saat ini ditopang, dan perlu dibangun ulang dari dasar agar lebih kokoh dan tidak berisiko ambruk kembali.

“Namun, talut drainase itu ambruk hingga ke sawah, dan dindingnya patah sehingga tidak dapat digunakan lagi oleh petani setempat,” kata Hermansyah.

Juanda meperlihatkan sepanjang 10 meter drainase atau saluran air ambuk, kamis (19/10/2023). FOTO HARMADI

Kerusakan pada drainase tersebut terlihat sangat parah, bahkan setelah upaya perbaikan, kondisinya masih jauh dari sempurna. Pembangunan drainase sebelumnya menggunkan pondasi dengan pengecoran langsung, namun kerusakan terjadi pada beberapa bagian dinding drainase, dan ditemukan keretakan pada beberapa titik.

Keuchik Gampong Cot Mulu, Iskandar, menjelaskan bahwa saluran air ini dibangun dengan dana APBG pada tahun 2021, dan masa pemeliharaannya telah habis sehingga kerusakan menjadi wajar. “Saluran ini dipindahkan dari lokasi lain karena volume air tidak mencukupi, sekitar 25 meter lebih kurang,” kata Iskandar.

Setelah mendapat laporan mengenai kerusakan drainase, Kaur Pembangunan Gampong setempat, Mawardi, segera mengambil tindakan untuk memperbaiki dan mendirikan kembali saluran air yang telah ambruk. “Kami akan melakukan perbaikan di tempat yang rusak dan akan merestorasi drainase ini,” ujarnya.

Menariknya, Mawardi menegaskan bahwa perbaikan ini tidak akan menggunakan dana desa, melainkan dana pribadi. “Kami akan menggunakan dana pribadi untuk memastikan drainase ini kembali berfungsi dengan baik,” tutup Mawardi. Hal ini menunjukkan keseriusan pihak terkait dalam menangani masalah ini dan memberikan harapan kepada petani di Gampong Cot Mulu.(Hrs)

Editor: Cek Man
Exit mobile version