Jateng Juara Arung Jeram Putra PON XXI

Peserta arung jeram PON XXI Jambur Mamas, Kecamatan Darul Hasanah Aceh Tenggara, Kamis (19/9/2024). FOTO/MUHAMMAD TIS

Kabarnanggroe.com, Kuta Cane – Cabang olahraga arung jeram pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024, Jawa Tengah berhasil mendapatkan emas kategori putra, meskipun harus menelan kegagalan meraih emas putri.

Setelah finis di posisi terbaik kedua di heat 1, Jawa Tengah mengebut untuk bisa naik podium tertinggi di heat 2. Tekad kuat dari mereka membuat Jawa Tengah sukses menghasilkan waktu terbaik dalam 4 menit 04,36 detik. Medali ini menjadi emas kedua bagi Jawa Tengah setelah sebelumnya di nomor sprint putra mereka juga sukses naik podium tengah.

Di bawah Jawa Tengah, menempel DKI Jakarta dengan hasil terbaik kedua dalam waktu 4 menit 08,66 detik. Tuan rumah, Aceh yang awalnya di heat 1 memimpin klasemen waktu terbaik, di heat 2 kalah bersaing dengan Jawa Tengah dan Jakarta. Mereka pun harus puas dengan tambahan perunggu usai menempatkan waktu 4 menit 16,65 detik.

Pj Bupati Agara Drs Syakir MSi saat melihat langsung pelaksanaan Cabot arung jeram PON XXI Jambur Mamas, Kecamatan Darul Hasanah Aceh Tenggara, Kamis (19/9/2024). FOTO/MUHAMMAD TIS

Peringkat keempat hingga delapan, secara beruntung ada Sumatera Barat 4 menit 50,05 detik, lalu Sumatera Selatan 5 menit 17,21 detik, kemudian Sumatera Utara 6 menit 19,97 detik, Kalimantan Selatan 6 menit 32,11 detik, dan terakhir Kalimantan Timur 7 menit 15,79 detik.

Melihat dari hasil, Race Director perlombaan arung jeram PON XXI/2024, Joni Kurniawan mengatakan khusus nomor yang membutuhkan keterampilan dan strategi membuktikan jika tim-tim Pulau Jawa masih terdepan dibandingkan tim-tim Sumatera dan Kalimantan.

“Namun, memang ada beberapa tim dari luar Jawa yang dinilainya memberikan kejutan yang bagus, seperti Sumatera Barat dan Aceh,” katanya.

Dengan tambahan medali di nomor ini, Jawa Barat masih terus berada di puncak klasemen sementara perolehan medali dengan 6 emas. Posisi Sumatera Utara di peringkat kedua digeser oleh Jawa Tengah yang menambah koleksi medali menjadi 2 emas dan 4 perak. Sumatera Utara turun ke posisi ketiga dengan 2 emas, 3 perak, dan 3 perunggu.

Dibelakangnya ada DKI Jakarta dengan 2 emas, 2 perak, dan 1 perunggu. Kemudian, di posisi lima ada Aceh dengan 1 emas, 2 perak, dan 3 perunggu.

Tempat keenam ada DI Yogyakarta 1 emas dan 1 perak. Lalu menempel Jawa Timur dengan 2 perak, Kalimantan Selatan dan Sumatera Barat yang sama-sama menorehkan 2 perunggu.

Lanjut, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, dan Banten dengan masing-masing 1 perunggu. Jambi dan Sumatera Selatan belum mendapatkan medali .

Penjabat (Pj) Bupati Aceh Tenggara Syakir memantau langsung venue cabor arung jeram, dirinya merasa puas setelah berhasil mengelar event nasional didaerahnya, menurutnya, keberhasilan tersebut berkat kerjasama antara PB PON, Forkopimda Agara, LOFAJI dan warga masyarakat yang antusias setiap hari lomba digelar mulai di venue katambe dan venue jambur mamas.

Dilokasipun UMKM meraup keuntungan dengan penyelenggaraan cabor arung jeram.”terima kasih pb pon,pemda agara yang mrmfasilitasi pedagang, UMKM serta wisata kami terkenal,” ujar Rafiqah salah satu yang buka stand UMKM dilokasi venue jambur mamang.

Suasana lokasi venue arung jeram Jambur Mamas, Kecamatan Darul Hasanah Aceh Tenggara, Kamis (19/9/2024).
FOTO/MUHAMMAD TIS

Arung Jeram Putri

Sementara tim putri Jawa Tengah harus puas meraih perak usai menghasilkan waktu terbaik kedua dengan 5 menit 43,39 detik. Sedangkan Jawa Barat memimpin dan berhak atas emas setelah catatan waktunya menjadi yang terbaik dari delapan peserta di nomor ini. Jawa Barat menorehkan waktu lebih baik 11,87 detik yang dihasilkan pada heat 2.

Perunggu di nomor ini akhirnya di raih oleh Sumatera Barat usai mengoleksi waktu terbaik ketiga dalam 6 menit 49,45 detik. Catatan ini dihasilkan juga pada heat 2, sebelumnya di heat 1 mereka hanya finis di posisi enam dengan waktu lebih dari 10 menit.
Jawa Tengah sendiri pada heat 1 menempati terbaik ketiga dengan waktu 8 menit 24,12 detik. Namun, mereka dapat memperbaiki catatannya di heat 2.

Sementara Sumatera Selatan yang di heat 1 menempel ketat di Jawa Barat di tempat kedua dengan 7 menit 38,77 detik, ternyata tidak mampu memperbaiki perolehannya di heat 2. Mendapatkan pinalti waktu 5 menit 20 detik, putri Sumatera Selatan hanya mampu menempati posisi akhir di tempat keempat dengan waktu 7 menit 17,91 detik. Dengan hasil ini.

Sumatera Selatan sejak awal mengakui tidak terlalu berharap lebih. Hal ini mengingat hampir seluruh gawang upstream (ada 6 buah), menurutnya sangat sulit ditaklukan karena derasnya arus,bahkan ada peserta yang terbalik perahu nya dan berhasil disrlamatkan.

Hal yang sama terjadi dengan Jambi, mereka belum juga berhasil memperoleh medali setelah di nomor ini hanya finis di posisi ke lima dengan waktu terbaik 7 menit 38,21 detik.

Aceh dan Sumatera Utara yang di heat pertama 1 gagal finis karena terjatuh dari perahu karet mampu meraih waktu terbaik mereka di heat 2.
Dengan waktu terbaik 7 menit 54,46 detik, Aceh akhirnya berakhir di peringkat 6. Sementara Sumatera Utara di tempat ketujuh setelah menorehkan catatan terbaik 7 menit 55,19 detik.

Sayang, Kalimantan Timur yang mampu menyelesaikan heat 1 dengan baik di posisi empat, gagal memperbaiki catatannya di heat 2. Mereka akhirnya harus berlapang dada menempati posisi terbuncit setelah mendapatkan waktu terendah 7 menit 57,65 detik.

“Ini sangat menantang, kami kesulitan untuk bisa melewati gawang Merah (upstream). Tapi tadi memang intruksi pelatih kalau kesulitan ambil gawang Merah, lebih baik ambil gawang Hijau (downstream) saja agar tidak membuang waktu.

Ya, harapannya pasti ingin bisa naik podium di nomor ini, tapi sayang belum bisa,” tutur Kapten Kalimantan Timur, Fransiska Octavia Enggi. (MTis)

Exit mobile version