Kabarnanggroe.com, Kita bersyukur kepada Allah SWT masih diberikan kesempatan dan umur Panjang untuk menjalankan ibadah puasa pada tahun ini, Bulan suci Ramadhan sangat penting dalam perjalanan hidup manusia, karenanya bulan Ramadhan sering disebut dengan bulan tarbiyah atau bulan pembentukan karakter umat, di dalamnya terdapat proses latihan ruhani, mental, dan sosial yang sangat intens. Bulan suci ramadhan bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi proses pendidikan (tarbiyah) bagi jiwa dan akhlak seorang Muslim.
Di tengah tantangan era digital yang penuh distraksi, nilai-nilai puasa dinilai semakin relevan dalam membentuk karakter umat manusia yang berintegritas dan berakhlak mulia. Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan proses pembinaan diri yang berkelanjutan. Puasa Ramadhan menjadi sarana strategis dalam membangun karakter manusia yang seimbang antara spiritualitas dan sosial, serta mampu menghadapi dinamika kehidupan modern dengan nilai-nilai moral yang kokoh.
Nilai utama dalam berpuasa adalah dapat membentuk kepribadian manusia yang bertakwa, yaitu individu yang mampu mengendalikan diri dari perbuatan yang dilarang serta konsisten dalam melakukan kebaikan. Puasa melahirkan kepribadian yang menyeluruh dan integratif artinya puasa membentuk manusia secara menyeluruh dan seimbang/terpadu (integratif) dan tidak hanya fokus pada satu aspek saja. Secara holistik Puasa di bulan Ramadhan tidak hanya melatih fisik, akan tetapi juga akan membentuk manusia dalam aspek Spiritual dengan Mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak ibadah dan membaca Al-Qur’an, Emosional , Melatih sabar, mengendalikan marah, dan menahan hawa nafsu, Akhlak, Menjaga lisan, jujur, tidak menyakiti orang lain, Sosial, Menumbuhkan empati kepada fakir miskin melalui sedekah, zakat, infak, dan lain-lain, terutama pada ssat ini setelah Aceh di landa bencana hidrometeorologi, sangat dibutukan uluran tangan manusia lainya baik dari aspek moril maupun sprituil.
Puasa juga melatih Fisik dengan menyesuiakan pola makan teratur, puasa juga melahirkan dan membetuk manusia secara intrgratif, puasa tidak memisahkan antara ibadah dan kehidupan sehari-hari. Semua menjadi satu kesatuan dalam membentuk pribadi yang matang.
Pembentukan karakter manusia dalam mejalankan ibadah puasa ada beberepa aspek, antara lain pertama, puasa melatih disiplin waktu, mulai dari sahur hingga berbuka. Kedua, puasa membentuk pengendalian diri, karena seseorang diuji untuk menjaga lisan, emosi, dan perilaku. Ketiga, puasa menumbuhkan empati sosial, terutama melalui zakat dan sedekah yang meningkat selama bulan Ramadhan. Hal ini bisa kita lihat hampir disetiap masjid dan mushalla, sedekah Ramadhan meningkat drastis, serta peningkatan dalam berbagi makanan berbuka puasa.
Adapun tahapan Pembentukan Karakter manusia dalam Bulan Puasa, adalah dimulai dari Tahap Niat dan Kesadaran Spiritual, Tahap awal pembentukan karakter dimulai dari niat yang ikhlas karena Allah puasa bukan sekadar rutinitas, tetapi proses penyucian jiwa. Pada tahap ini seseorang mulai menata hati, memperbaiki motivasi, dan menyadari bahwa puasa adalah ibadah pendidikan jiwa. Tahap kedua pada aspek Pengendalian Diri, Puasa melatih manusia menahan lapar, haus, amarah, dan hawa nafsu dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Tahap ini sangat penting karena inti pendidikan karakter adalah kemampuan mengendalikan diri dalam segala situasi.
Tahap selanjutnya adalah Internalisasi Nilai Sosial, Puasa tidak hanya berdimensi individual, tetapi juga sosial. Praktik zakat, infak, sedekah, dan buka puasa bersama menumbuhkan empati dan peduli serta kasih sayag sesama manusia dan makhluk Allah lainnya, kemudian tahap Pembiasaan dan Konsistensi (Istiqamah), Selama sebulan penuh dalam menjalankan ibadah puasa, dilakukan secara konsisten seperti, shalat fardhu berjamaah, shalat tarawih, tilawah, qiyamul lail.
Kebiasaan baik yang diulang akan membentuk karakter permanen. Dan tahapan akhir dari berpuasa adalah kemampun Transformasi Diri, membentuk pribadi yang bertakwa yaitu manusia yang sadar akan pengawasan Allah dan berperilaku sesuai nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.
