Drama Kolosal Laksamana Malahayati Warnai HUT ke-79 RI di Banda Aceh

Tokoh-tokoh drama kolosal Laksamana Malahayati foto bersama usai pertunjukan di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Sabtu (17/08/2024). FOTO/ILHAM RAMADANI

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), drama kolosal yang menggambarkan perjuangan Laksamana Malahayati dipentaskan di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Sabtu (17/8/2024).

Pertunjukan ini menjadi puncak perayaan usai pengibaran bendera merah putih serta sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa Aceh melawan penjajah Belanda.

Tokoh-tokoh drama kolosal Laksamana Malahayati bersalaman dengan unsur Forkopimda Aceh usai pertunjukan di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Sabtu (17/08/2024).FOTO/ILHAM RAMADANI

Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayor Jenderal TNI Niko Fachrizal, selaku penanggung jawab drama kolosal tersebut menceritakan, Laksamana Malahayati, yang bernama asli Kemala Hayati, merupakan salah satu pahlawan nasional yang memimpin pasukan Inong Balee (janda-janda pahlawan yang telah syahid) dalam perang melawan kapal-kapal dan benteng-benteng Belanda pada 11 September 1599.

Menurutnya, Malahayati dikenal karena keberaniannya dalam pertempuran satu lawan satu dengan Cornelis de Houtman di geladak kapal, yang berakhir dengan tewasnya de Houtman.

Atas jasanya, ia dianugerahi gelar Laksamana, yang membuatnya lebih dikenal sebagai Laksamana Malahayati.

“Drama kolosal ini kita hadirkan untuk mengenang dan menghormati jasanya dalam memimpin perlawanan bangsa Aceh terhadap penjajah Belanda,” jelasnya.

Pangdam IM mengungkapkan, penampilan tersebut melibatkan partisipasi wanita TNI Angkatan Darat, Angkatan Udara, polisi wanita (Polwan), ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana, serta mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai perguruan tinggi di Banda Aceh, seperti Universitas Syiah Kuala, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Universitas Serambi Mekkah, Universitas Muhammadiyah, dan Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda.
“Dari berbagai kalangan kita libatkan untuk menampilkan drama ini,” terangnya.

Sementara itu, Rahmat Fadil seorang warga menilai, pertunjukan tersebut sangat penting untuk mengenang jasa Laksamana Malahayati dalam melawan penjajah Belanda di masa lalu. “Kita sangat mengapresiasikan pertunjukan ini, selain itu kita juga meyakini bahwa Laksamana Malahayati dan masyarakat Aceh memang tidak pernah menyerah kepada penjajah Belanda. ucapnya.

Dengan semangat yang sama, drama kolosal ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi pengingat akan perjuangan bangsa Aceh dalam mempertahankan kedaulatan dari penjajahan, sekaligus sebagai wujud kebanggaan dan penghormatan terhadap sejarah pahlawan wanita yang legendaris tersebut.(Ilham Ramadani)

Exit mobile version