Kabarnanggroe.com, Sigli – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Pidie melakukan sosialisasi serta Bimbingan Teknis Tim Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Pemutakhiran Data IDM (Indeks Desa Membangun), Oprom Kantor Bupati Pidie, Sigli, Sabtu (17/62023).
Pemutakhiran data IDM ini dilakukan pada 192 Gampong di Kabupaten Pidie, dimana Data IDM ini merupakan Gampong yang berstatus desa tertinggal. Sosialisasi serta Bimbingan Teknis Tim Kemendes PDTT dalam Upaya Menciptakan Kabupaten Pidie Zero Desa Tertinggal.
Adapun data IDM yang diperoleh pada Tahun 2022 terdapat 4 Gampong yang berstatus desa mandiri, 36 gampang yang berstatus desa maju, sedangkan 498 gampong yang berstatus desa berkembang bahkan 192 Gampong yang berstatus desa tertinggal.
Sosialisasi serta Bimbingan Teknis Tim Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan transmigrasi (Kemendes PDTT) Dalam Upaya Menciptakan Kabupaten Pidie Zero Desa Tertinggal, dibuka Pj Bupati Pidie Ir Wahyudi Adisiswanto MSi.
Dalam kegiatan tersebut hadiri Tim Pemutakhiran Data IDM Ditjen PDP Kemendes PDTT, Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kab. Pidie, Para Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Bagian di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pidie.
Hadir juga para Camat dalam Kabupaten Pidie, Para Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat dalam Kabupaten Pidie, Para Pendamping Desa dalam Kabupaten Pidie,
Pj Bupati Pidie Wahyudi Adisiswanto mengatakan, keluarnya undang undang (UU) Desa dan peraturan-peraturan pelaksanaannya menjadi sebuah harapan bagi gampong untuk bisa menentukan posisi, peran dan kewenangan atas dirinya untuk mewujudkan gampong yang maju, mandiri dan sejahtera.
“Camat beserta keuchik gampong yang berperan penting dalam mensukseskan pembangunan Kabupaten Pidie ke depan,” kata Pj Bupati Pidie.
Pemerintah Kabupaten Pidie sedang mengupayakan Konsolidasi Pemutakhiran Data IDM sehingga status desa berdasarkan hasil yang dikeluarkan dari data IDM Tahun 2023 menjadi dasar Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Gampong (RKPG) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) Tahun Anggaran 2024.
“Saya sangat berbahagia, karena pada hari ini saya dapat bertemu langsung dan bertatap muka dengan bapak-bapak, ibu-ibu dan saudara-saudara sekalian terutama para bapak ibu camat dan keuchik gampong yang berperan penting dalam mensukseskan pembangunan Kabupaten Pidie ke depan,” tuturnya.
“Berdasarkan data IDM Tahun 2022 terdapat 4 desa berstatus desa mandiri, 36 berstatus desa maju, 498 desa berstatus desa berkembang dan 192 desa berstatus desa tertinggal,” ujar Wahyudi Adisiswanto lagi.
Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten Pidie sedang mengupayakan Konsolidasi Pemutakhiran Data IDM sehingga status desa berdasarkan hasil yang dikeluarkan dari data IDM Tahun 2023 menjadi dasar Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Gampong (RKPG) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) Tahun Anggaran 2024.
Berdasarkan data IDM Tahun 2022 terdapat 4 desa berstatus desa mandiri, 36 berstatus desa maju, 498 desa berstatus desa berkembang dan 192 desa berstatus desa tertinggal.
Sebagai wujud dukungan pemerintah Kabupaten Pidie kepada gampong-gampong dalam pelaksanaan undang-undang desa, maka pada hari ini kita laksanakan kegiatan Sosialisasi serta Bimbingan Teknis Tim Kemendesa PDTT dalam upaya menciptakan Kabupaten Pidie zero desa tertinggal.
Setelah pelaksanaan acara ini, kita harapkan pada tahun 2024 mendatang tidak ada lagi desa yang berstatus sebagai desa tertinggal di Kabupaten Pidie.
Ada beberapa hal penting yang disampaikan Pj Bupati Pidie, dimana diminta kepada seluruh kepala dinas, badan dan kantor melakukan pendampingan masyarakat gampong secara teknis sesuai tupoksi SKPK masing-masing
“Kita minta Kepala DPMG terus menerus melakukan pembinaan, monitoring dan evaluasi kepada pemerintah gampong,” pintanya.
Kemuadian Kepada para camat, Pj Bupati Pidie juga meminta untuk melakukan pembinaan dan pengawasan gampong secara terus menerus. “Kepada Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat, pendamping desa dan pendamping lokal desa terus mendampingi keuchik dalam wilayah Pidie,” pungkasnya.(Hrs)
