Jelang Meugang Idul Fitri Pasar Induk Lambaro Dipadati Warga

Suasana pasar induk Lambaro, warga mengantri untuk membeli kebutuhan dapur, Selasa (17/3/2026). FOTO/ ROJA

Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Menjelang tradisi meugang dalam rangka menyambut lebaran Idul Fitri 1447 H, suasana Pasar Induk Lambaro tampak semakin semarak. Sejak pagi hari, ribuan warga memadati pasar untuk memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga, menciptakan geliat ekonomi yang terasa di setiap sudut area perdagangan.

Hiruk-pikuk aktivitas terlihat jelas. Suara tawar-menawar bersahutan, langkah pengunjung silih berganti menyusuri lorong-lorong pasar, sementara para pedagang sibuk melayani pembeli yang terus berdatangan.

Suasana ini menjadi gambaran khas menjelang meugang, tradisi yang selalu dinantikan masyarakat Aceh menjelang hari besar keagamaan.

Salah seorang penjual daging, Muzzani atau yang akrab disapa Koni, mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah pembeli sudah terasa sejak beberapa hari terakhir.

“Menjelang meugang seperti ini memang selalu ramai. Dari pagi sampai siang pembeli terus berdatangan,” ujarnya, pada Selasa (17/3/2026)

Area parkir roda dua di pasar induk Lambaro terlihat dipadati kendaraan warga yang berbelanja pada Selasa (17/3/2026). FOTO/ ROJA

Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Darwin, yang menyebutkan bahwa aktivitas pasar kini jauh lebih hidup dibanding hari biasa, namun tetap berjalan tertib. “Ramai sekali, tapi sekarang lebih teratur. Pembeli juga lebih nyaman berbelanja,” katanya.

Di tengah lonjakan pengunjung, wajah Pasar Induk Lambaro kini menunjukkan perubahan signifikan. Pantauan tim media di lokasi, area pasar tampak lebih rapi dan tertata dibandingkan sebelumnya. Lapak pedagang tersusun lebih teratur, sehingga arus lalu lintas pengunjung menjadi lebih lancar.

Jika sebelumnya pasar kerap terlihat semrawut dan padat tanpa pengaturan yang jelas, kini kondisi tersebut mulai berangsur membaik. Penataan yang dilakukan membuat pengunjung dapat berbelanja dengan lebih leluasa tanpa harus berdesakan.

Para pedagang pun terlihat lebih disiplin dalam menempati area yang telah ditentukan, sekaligus menjaga kebersihan lingkungan pasar. Hal ini turut menciptakan suasana yang lebih nyaman dan tertib bagi semua pihak.

Tradisi meugang tidak hanya menjadi simbol kebersamaan masyarakat, tetapi juga menjadi momentum penting dalam menggerakkan roda perekonomian lokal. Lonjakan aktivitas di pasar mencerminkan meningkatnya daya beli masyarakat menjelang hari raya.

Dengan kondisi yang semakin tertata dan nyaman, Pasar Induk Lambaro kini menjadi ruang interaksi yang lebih baik bagi masyarakat. Suasana ramai menjelang meugang pun terasa lebih tertib, memberikan pengalaman berbelanja yang lebih menyenangkan dalam menyambut Idul Fitri.(Rezha)

Exit mobile version