KWPSI Salurkan Daging Meugang untuk Anak Yatim Korban Banjir Pidie Jaya

Ketua KWPSI, Dosi Elfian, bersama Dewan Pembina, Tarmizi A Hamid, menyerahkan daging meugang untuk anak yatim korban banjir, di Masjid Almunawarrah Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, Rabu (18/2/2026). FOTO/ KWPSI

Kabarnanggroe.com, Meureudu – Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) kembali melaksanakan tradisi berbagi daging meugang jelang 1 Ramadhan, namun tahun ini fokus penyaluran dilakukan kepada anak yatim korban banjir di Kabupaten Pidie Jaya.

Sebanyak 130 paket daging meugang tersebut disalurkan langsung oleh Ketua KWPSI, Dosi Elfian, bersama Dewan Pembina, Tarmizi A Hamid, Penasehat, Azhari Yahcut, Bendahara, Munawardi Ismail, dan pengurus lainnya kepada anak yatim di Masjid Almunawarrah Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, Rabu (18/2/2026).

Ketua pelaksana penyaluran daging meugang KWPSI di Pidie Jaya, Badaruddin, menyebutkan, total anak yatim yang terdata menerima daging meugang KWPSI di Pidie Jaya sebanyak 92 orang.

Ke 92 anak yatim itu dihimpun dari Kecamatan Meurah Dua 45 orang, Kecamatan Meureudu 33 orang, dan dari Dayah Ummul Aiman II sebanyak 14 orang. Selain untuk anak yatim, daging meugang KWPSI juga disalurkan kepada bilal setempat dan juga pendamping.

Ketua KWPSI, Dosi Elfian, bersama Dewan Pembina, Tarmizi A Hamid, Penasehat, Azhari Yahcut, Bendahara, Munawardi Ismail, dan pengurus lainnya foto bersama usai penyerahan daging meugang kepada anak yatim korban banjir, di Masjid Almunawarrah Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, Rabu (18/2/2026).FOTO/ KWPSI

Dewan Pembina KWPSI, Tarmizi A Hamid, dalam seremonial penyerahan mengatakan, bahwa tradisi meugang bukan sekadar budaya, tetapi juga sarana untuk memperkuat ikatan sosial.

Cek Midi–sapaan akrab Tarmizi A Hamid–mengatakan, KWPSI sudah belasan tahun menjaga tradisi meugang bersama anggota dan berbagi kepada anak yatim di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Namun, untuk meugang kali ini, fokus penyaluran daging meugang kepada anak yatim dialihkan ke Pidie Jaya, sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas KWPSI kepada korban banjir di sana.

“Tradisi meugang yang ada di Aceh khususnya bagi kami KWPSI sudah dilaksanakan setiap tahun, selama belasan tahun. Tahun ini kami tidak bisa membagikan untuk anak yatim di Banda Aceh, kami fokus ke lokasi bencana di Pidie Jaya. Anak-anak kami, anda tidak sendiri, kami tetap bersama anak-anak di Pidie Jaya. Penderitaan anak-anak kami juga penderitaan kami, kami makan daging anak anak kami di sini juga makan daging,” ujar Tarmizi A Hamid.

Sementara itu, Ketua KWPSI, Dosi Elfian, menyampaikan bahwa daging meugang yang disalurkan merupakan hasil donasi dari berbagai dermawan di Banda Aceh, termasuk anggota dan pengurus KWPSI.

Ia menekankan bahwa nilai bantuan tidak diukur dari jumlahnya, melainkan nilai kebersamaan dan kepedulian di tengah pemulihan akibat bencana banjir beberapa waktu lalu.

“Alhamdulillah, hari ini KWPSI bisa hadir ke sini, membersamai anak anak kami di hari meugang jelang puasa Ramadhan. Yang kami bawa hari ini (dating meugang) merupakan donasi dari berbagai dermawan di Banda Aceh. Jangan lihat dari jumlahnya. Semoga bisa meringankan kita semua. Sekali lagi kita ucapkan terima kasih kepada para donatur,” kata Dosi Elfian.

Penyaluran daging meugang ini diharapkan dapat meringankan beban anak-anak yatim yang menjadi korban banjir di Pidie Jaya. KWPSI menegaskan komitmen untuk berusaha hadir mendampingi masyarakat dalam situasi sulit.

“Tradisi meugang yang biasanya identik dengan kebahagiaan menjelang Ramadhan, kali ini menjadi simbol solidaritas dan kepedulian. Dengan adanya kegiatan ini, KWPSI berharap anak-anak kami di Pidie Jaya merasakan tidak sendiri dalam menghadapi musibah ini, kita bersama sama melewati ini,” ujarnya.(Mar)

Exit mobile version