RS Hermina Aceh Sosialisasikan Kegawatdaruratan Dermatologi

*Tingkatkan Pelayanan Pasien

dr Zulfan Sp DVE memaparkan terkait kegawatdaruratan di bidang dermatologi, di RS Hermina Aceh, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Senin (17/11/2025). FOTO/ WAHYU

Kabarnanggroe.com, Kota Jantho — Rumah Sakit Hermina Aceh menggelar sosialisasi mengenai kegawatdaruratan di bidang dermatologi sebagai upaya meningkatkan pengetahuan tenaga medis dalam menangani berbagai kondisi kulit yang berpotensi mengancam keselamatan pasien, di RS Hermina Aceh, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Senin (17/11/2025).

Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Direktur RS Hermina Aceh, dr Danil Anugrah Jaya MARS tersebut, menghadirkan dr Zulfan Sp DVE, dokter spesialis dermatologi dan venereologi estetika, sebagai narasumber utama. Kegiatan tersebut, juga diikuti oleh para tenaga medis di lingkungan RS Hermina Aceh dan tenaga medis Puskesmas sekitarnya.

Pada kesempatan itu, Wadir RS Hermina Aceh, dr Danil Anugrah Jaya MARS menjelaskan, sosialisasi tersebut bertujuan untuk memperkuat pemahaman dokter dan tenaga kesehatan tentang berbagai kondisi kegawatdaruratan dermatologi yang dapat mengancam keselamatan pasien apabila tidak ditangani dengan tepat dan cepat.

“Sosialisasi ini bertujuan memperkuat pemahaman dokter dan tenaga kesehatan tentang kondisi kegawatdaruratan dermatologi yang dapat mengancam keselamatan pasien apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat,” ujar dr Danil.

Ia menyatakan, RS Hermina Aceh berkomitmen meningkatkan kualitas layanan melalui edukasi rutin bagi tenaga medis. “Kami ingin seluruh tenaga medis memiliki pengetahuan yang komprehensif, sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” terangnya.

Wakil Direktur RS Hermina Aceh, dr Danil Anugrah Jaya MARS, menyampaikan sambutannya pada sosialisasi kegawatdaruratan di bidang dermatologi, di RS Hermina Aceh, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Senin (17/11/2025). FOTO/ WAHYU 

dr Danil berharap, seluruh tenaga medis mampu meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi kasus kegawatdaruratan dermatologi. “Dengan adanya sosialisasi ini, kami berharap kualitas pelayanan terhadap pasien semakin optimal, khususnya dalam menangani kondisi kulit gawat darurat,” tuturnya.

Pada sesi pemaparan materi, dr Zulfan Sp DVE menyampaikan berbagai penyakit kulit yang dikategorikan sebagai gawat darurat. Di antaranya Stevens-Johnson Syndrome (SJS), Necrolysis Epidermal Toxic (NET), S4, pemfigus vulgaris, dan eritroderma. Penyakit tersebut, menurutnya, memiliki risiko komplikasi yang tinggi dan membutuhkan penanganan cepat serta akurat.

“Ada beberapa penyakit kulit yang memerlukan penanganan segera karena bisa mengancam keselamatan pasien. Tenaga medis harus memahami karakteristik setiap kasus agar penanganannya tepat,” jelas dr Zulfan.

Ia juga menekankan pentingnya ketelitian dalam mendiagnosis penyakit kulit, terutama jenis autoimun yang sering ditemukan di fasilitas kesehatan.

“Penyakit autoimun cukup sering kita temui, tetapi gejalanya sangat bervariasi. Itu sebabnya dokter harus benar-benar cermat saat menentukan diagnosis dan terapi,” ungkapnya.

Foto bersama pada sosialisasi kegawatdaruratan di bidang dermatologi, di RS Hermina Aceh, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Senin (17/11/2025). FOTO/ WAHYU 

Selain memaparkan teori, dr Zulfan juga memberikan panduan teknis penanganan pasien, mulai dari anamnesis, evaluasi reaksi obat, hingga identifikasi potensi komplikasi.

“Setiap tindakan medis harus mempertimbangkan kondisi terbaru pasien, termasuk riwayat penyakit, riwayat pemaakaian obat dan kemungkinan reaksi obat. Ini sangat menentukan keberhasilan penanganan,” tegasnya.(Wahyu)

Exit mobile version