Tim Sepak Bola Pra PORA Aceh Besar Berhasil Imbangi Pemain PS Meunasah Tuha Peukan Bada

Pemain PS Meunasah Tuha dan Pra PORA bersama pelatih berpose bersama di Lapangan Meunasah Tuha, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Senin (16/6/2025) sore. FOTO/BEDU SAINI

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Tim sepak bola Pra PORA Aceh Besar yang sudah berlatih sebulan lebih mampu mengimbangi permainan tim senior PS Meunasah Tuha (PSMT), Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar.

Pertandingan ekshibisi ini atau uji coba ini dilaksanakan di Lapangan Meunasah Tuha, Kecamatan Peukan Bada pada Senin (16/6/2025) sore. Laga ini untuk melihat kemampuan pemain Pra PORA dalam mempraktekkan pelatihan yang telah didapat selama ini.

Pelatih Mukhlis Nakata bersama asisten M Hidayat dan pelatih kiper Rahmanuddin yang telah memberi pelatihan kepada seluruh pemain Pra PORA ingin melihat laga ini sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan pemain.

Sejumlah kelemahan yang terlihat dalam laga ini akan segera diperbaiki sebelum menuju laga resmi Pra PORA di Bireuen, untuk memastikan lolos atau tidaknya ke PORA Aceh Jaya 2026.

Dalam laga uji coba ini yang dipimpin wasit dan dua hakim garis berlangsung menarik dengan kedua tim saling berusaha menunjukkan permainan terbaiknya.

Sejak kick-off dimulai, pemain muda Pra PORA mendobrak pertahanan PSMT yang rata-rata berusia di atas 20 tahun. tetapi tidak ada yang menjadi gol, walau memiliki sejumlah peluang.

Upaya anak asuh Nakata dalam upaya meladeni permainan PSMT tampak berimbang, walau usia berbeda. Dengan usia 16 sampai 18 tahun, pemain Pra PORA dengan penuh semangat memberi perlawanan keras kepada pemain tuan rumah PSMT yang mendapat dukungan dari penonton.

Puluhan anak-anak, remaja dan orang dewasa ikut menyaksikan laga uji coba ini untuk melihat kemampuan pemain Pra PORA yang merupakan perwakilan pemuda Aceh Besar dengan target masuk PORA Aceh Jaya 2026.

Kebuntuan yang didapat pemain Pra PORA tidak juga terpecahkan sampai paruh kedua babak pertama. Sebaliknya, pemain PSMT yang kerap melakukan serangan balik berhasil mencetak gol pada menit ke-27.

Pemain Pra PORA (kaos kuning) mencoba merebut bola dari pemain PSMT dalam laga uji coba di Lapangan Meunasah Tuha, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Senin (16/6/2025) sore. FOTO/BEDU SAINI

Gol terjadi sesuai sepak pojok untuk PSMT yang berhasil dihalau oleh pemain Pra PORA. Saat berusaha melakukan serangan, pemain PMST berhasil merebut bola untuk selanjutnya menggiring bola ke daerah pertahanan Pra PORA.

Ketatnya pertahanan Pra PORA, membuat salah seorang pemain PSMT harus melesatkan tendangan melengkung dari luar kotak penalti yang masuk ke sisi kanan gawang Pra PORA.

Gol tersebut langsung dirayakan oleh pemain PSMT dan pendukungnya yang berada di pinggir lapangan. Melihat kondisi itu, pemain Pra PORA kembali berusaha menyamakan kedudukan.

Pra PORA sebenarnya juga memiliki sejumlah peluang menjadi gol, seperti tendangan keras dari luar kotak penalti masih membentuk tiang gawang. Begitu juga kemelut di depan gawang PSMT, dua kali sundulan berhasil diselamatkan oleh kiper PSMT pada menit ke-41.

Sampai wasit meniupkan pluit berakhirnya pertandingan, tidak ada gol tambahan, skor tetap 1-0 untuk PSMT. Memasuki babak kedua, pola permainan Pra PORA sudah menunjukkan ada perubahan.

Pemain PSMT berusaha menyundul bola saat pemain Pra PORA berusaha menendang dalam laga uji coba di Lapangan Meunasah Tuha, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Senin (16/6/2025) sore. FOTO/BEDU SAINI

Pada menit ke-52, serangan Pra PORA gagal seusai kiper salah langkah yang menyebabkan bola liar melewati depan gawang, tetapi gagal ditendang oleh pemain Pra PORA.

Tim PSMT juga memiliki peluang melalui tendangan keras ke gawang, tetapi berhasil diselamatkan oleh penjaga gawang. Tendangan bebas yang didapat PSMT juga gagal menjadi gol, seusai tendangan membentur tiang gawang, sehingga selamatlah gawang Pra PORA.

Pemain Pra PORA sebenarnya juga memiliki peluang pada menit ke-71, tinggal berhadapan dengan kiper PSMT, tetapi tendangannya lemah. Tidak berselang lama, menit ke-72, melalui serangan balik dari sayap kanan, gawang Pra PORA kembali kebobolan dan skor menjadi 2-0.

Kiper Pra PORA harus diganti seusai bertabrakan dengan pemain PSMT saat berusaha menyelamatkan bola. Sejumlah pemain Pra PORA juga diganti akibat terjatuh di lapangan.

Seusai tertinggal 0-2, Pra PORA memiliki sejumlah peluang, tetapi gagal menjadi gol, seperti tinggal berhadapan dengan kiper PSMT beberapa kali, tetapi tidak ada satupun yang menjadi gol.

Salah seorang pemain Pra PORA harus digotong ke pinggir lapangan seusai bertabrakan dengan pemain PSMT dalam laga uji coba di Lapangan Meunasah Tuha, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Senin (16/6/2025) sore. FOTO/BEDU SAINI

Sampai berakhirnya laga jelang shalat Maghrib, keunggulan PSMT 2-0 atas Pra PORA tetap bertahan. Dengan basil ini, maka tim Pra PORA sudah kalah dua kali, sebelumnya melawan PSAB di Lapangan Matador dengan skor 2-1.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, anak asuh Nakata masih sulit mengembangkan permainan, sehingga tidak sesuai dengan pelatihan yang telah dilaksanakan sebelumnya beberapa kali.

Seperti operan bola tidak akurat, crossing tidak tepat atau kalah dalam perebutan bola. Tidak juga terlihat pola one touch atau tendangan pertama dari kaki ke kaki tanpa dribble bola.

Bahkan, terkesan seperti bermain berkerumun, seperti bola bergelinding di sektor sayap kanan, maka hampir semua pemain ke area tersebut, sehingga dengan mudah pemain PMST melakukan crossing ke sayap kiri yang kosong.

Pemain PSMT dan Pra PORA berusaha mengejar bola dalam laga uji coba di Lapangan Meunasah Tuha, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Senin (16/6/2025) sore. FOTO/BEDU SAINI

Dalam setiap serangan di sektor sayap, pemain Pra PORA kerap melakukan solo run tanpa bantuan rekannya dari belakang. Tentunya, pemain PSMT dengan mudah mematahkan serangan tersebut.

Begitu juga dengan operan terobosan, striker sering kalah dalam perebutan bola, walau bola sudah berada di kakinya, karena tidak ada rekan yang membantu.

Dari sejumlah skema latihan yang telah diterapkan oleh Nakata, hampir seluruhnya tidak berjalan baik, karena pemain sering asyik sendiri menggiring bola tanpa memperhatikan rekan di dekatnya.

Begitu juga komunikasi sesama pemain tampak minim, padahal Nakata dalam show game meminta pemain untuk berteriak meminta bola, tetapi tidak terlihat dalam laga uji coba ini.

Para pemain Pra PORA yang menjadi cadangan duduk di bangku sebelum diturunkan oleh pelatih dalam laga uji coba di Lapangan Meunasah Tuha, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Senin (16/6/2025) sore. FOTO/BEDU SAINI

Walau bagaimana pun, pemain Pra PORA sudah mendapat pelajaran berharga dari pemain senior PSMT yang berhasil melakukan operan pendek dengan cepat dan tepat, seperti pemain Pra PORA dapat dalam latihan.

Begitu juga pola operan dari sayap juga mampu dilakoni pemain PSMT sampai terjadinya gol kedua. Diharapkan, dalam laga ketiga nantinya, pemain Pra PORA harus betul-betul menerapkan permainan yang telah didapat dari sang legenda Mukhlis Nakata.

Direncanakan, tim sepak bola Pra PORA Aceh Besar ini kembali melakukan uji coba dengan pemain seusianya di Lapangan PS Lubuk, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar pada Rabu (18/6/2025) sore.(Muh)

Exit mobile version