Gampong Sinyeu Bagikan Daging Meugang Sambut Ramadan, Pererat Kebersamaan dan Kepedulian Sosial

Warga Gampong Sinyeu melaksanakan kegiatan gotong royong penyembelihan dan pembagian daging yang dipimpin langsung oleh Keuchik Annasri di lapangan gampong, Selasa (17/02/2026). FOTO/HERMAN

Kabarnanggroe.com, Aceh Besar – Pemerintah Gampong Sinyeu, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, melaksanakan kegiatan pembagian daging meugang kepada masyarakat dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 H. Kegiatan yang berlangsung di lapangan gampong pada Selasa (17/02/2026) tersebut disambut antusias oleh warga dari berbagai kalangan.

Keuchik Gampong Sinyeu, Annasri, menyampaikan bahwa kegiatan meugang bukan sekadar tentang pembagian daging, tetapi lebih dari itu merupakan wujud nyata kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Jangan melihat dari isinya, tetapi bagaimana kita bisa menikmati kebersamaan ini, mulai dari fakir miskin, anak yatim/piatu, hingga kerja sama dalam proses penyembelihan dan pembagian daging. Inilah nilai utama dari meugang,” ujarnya.

Warga Gampong Sinyeu melaksanakan kegiatan gotong royong penyembelihan dan pembagian daging yang dipimpin langsung oleh Keuchik Annasri di lapangan gampong, Selasa (17/02/2026). FOTO/HERMAN

Ia menambahkan, tradisi meugang menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi serta memperkuat persatuan dan kekompakan masyarakat dalam semangat gotong royong. Annasri juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dan bekerja sama menyukseskan kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh warga yang telah bergotong royong demi suksesnya acara ini. Semoga gampong kita senantiasa aman, nyaman, dan kondusif dalam menyambut Ramadan,” tambahnya.

Setelah proses penyembelihan selesai, daging meugang dibagikan kepada masyarakat melalui kepala dusun masing-masing agar penyalurannya berlangsung tertib dan merata. Tercatat sekitar 250 Kepala Keluarga (KK) di Gampong Sinyeu menerima bagian dari kegiatan tersebut.

Tradisi meugang yang telah mengakar kuat dalam budaya masyarakat Aceh ini menjadi simbol rasa syukur dan kebersamaan dalam menyambut bulan suci Ramadan, sekaligus memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial antarwarga.(Herman)

Exit mobile version