Daerah  

Proyek Pengeraskan Jalan Usaha Tani Tidak Sesuai Rab

Proyek pengerahan sertu jalan usaha Tani di Gampong Pulo Pande Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie, tahun anggaran 2023 yang bersumber dari APBG diduga dikerjakan asal-asalan. Senin (16/10/2023) FOTO HARMADI

Kabarnanggroe.com, Sigli – Proyek pengerahan sertu jalan usaha Tani di Gampong Pulo Pande Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie, tahun anggaran 2023 yang bersumber dari APBG diduga dikerjakan asal-asalan.

Adapun Proyek ruas jalan panjang 680 meter yang dikerjakan oleh TPK gampong setempat diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP). Senin (16/10/2023)

Menurut keterangan warga setempat jalan itu seperti belum pernah dikerjakan oleh pihak oknum perangkat gampong namun jalan itu masih dipenuhi rumput.

“Jalan itu hanya ditutup sertu dijalan yang dipenuhi lubang saja bahka ditempat yang tidak berlubang tidak dikarjakan,” kata masyarakat engan menulis namanya.

Pantaun media kabarnanggroe.com

dilokasi Sementara jalan usahan tani itu menghabiskan dana desa sebesar Rp. 43.411.000 jalan usaha tani tersebut serti tidak pernah dikerjakan masih dipenuhi lubang.

Pada papan inforamasi hanya tertulis dana Operasional TPK sebesar Rp 868.000, dana desain Rab sebasar Rp 868.000, sedangkan yang lebih tinggi disebutkan dana pengawas sebesar 1,085.000 namun tidak disebutkan pelaksanaan, dan tanggal pekerjaan hingga tanggal selesai kegiatan.

Sadangkan paket jenis paket pengerasan sertu jalan usaha tani namun para pekerja seperti tidak pernah menyetuh jalan itu.

Namum masyarakat setempat mempernanyakan tentang pembangunan yang telah dikerjakan oleh oknum perangkat gampong.

Hal ini dikhawatirkan akan berdampak buruk pada kualitas jalan dan bisa saja berpotensi merugikan negara serta masyarakat.

M Amin, Keuchik Gampong Pulo Pande mengatakan, jalan itu dibangun pada tanggal 8 oktober 2023 jalan itu dalam pengerjakan masalah lubang itu bisa di tutupi kembali tidak ada pesoalan masalah jalan tersebut.

“Ini belum selesai dan masih dalam pekerjan lagian masa pekerjaan masih lama, bahkan belum barakhirnya tahun 2023,” tutup keuchik. (Hrs)

Exit mobile version