Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem) siap memperjuangkan Dana Abadi untuk mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang berjumlah 50 ribu orang lebih antara Rp 1 triliun sampai Rp 1,5 triliun.
Dia mengatakan salah satu janji dari pemerintah pusat berdasarkan MoU Helsinki, Finlandia 15 Agustus 2005, menyediakan dua lahan hektare untuk setiap mantan kombatan.
Mualem menyatakan sudah mengupayakan beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir ini, tetapi belum juga ada hasilnya. Dia menjelaskan setiap terjadi pergantian Menteri Pertanahan, maka harus dibuat lagi usulan.
Padahal, katanya, sudah ada komitmen dari Menteri Pertanahan sebelumnya, tetapi harus dibuat usulan lagi untuk mantan kombatan GAM. “Setiap pertukaran Menteri Pertanahan, kami akan menyatakan benda yang sama,” katanya.
Hal itu disampaikannya pada peringatan Damai Aceh 20 Tahun di Gedung Balai Meuseuraya Aceh (BMA) Banda Aceh, Jumat (15/8/2025) pagi. Dia menyebutkan sejumlah Menteri Pertanahan, mulai dari Sofyan Djalil yang merupakan putra Aceh sampai yang terbaru saat ini, belum ada juga direalisasikan. “Kami harus datang lagi, terangkan lagi dan itu terus menjadi persoalan,” ungkapnya.
Dia berharap para teman-teman seperjuangan atau mantan kombatan harus bersabar lagi. “Kita ada pimpinan, untuk menyatakan apa yang belum selesai dan yang belum dikerjakan. Saya akan menjumpai Presiden Prabowo Subianto untuk menyatakan semua masalah MoU yang belum dapat dilaksanakan,” jelasnya.
Mualem menegaskan jika harus menunggu lima atau tujuh tahun lagi lahan 2 hektare untuk mantan kombatan, maka lebih baik meminta dana abadi sebesar Rp 1 triliun sampai Rp 1,5 triliun.
“Kita punya 50 ribu lebih mantan kombatan dan kita akan sampaikan ke presiden,” ujarnya. Dia memberi catatan, jika dana abadi tersebut diberikan oleh pemerintah pusat, maka akan ditempatkan di Bank.
“Saya harapkan mantan juru runding dan tokoh memberi dukungan kepada kita semua untuk menyikapi perdamaian sebaik mungkin dan kita komitmen menjaga perdamaian ini,” ujarnya.
Mualem juga menyampaikan “Selamat Perdamaian Aceh ke 20 tahun, semoga bersatu membangun Nanggroe Aceh tercinta ini menuju kemakmuran dan kejayaan.”(Muh)
