Kabarnanggroe.com, Takengon – Pemerintah Aceh melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh menggelar pasar murah serentak di 23 kabupaten/kota guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat menjelang Ramadan 1447 H. Hingga hari kedua pelaksanaan, total subsidi yang dikucurkan telah mencapai Rp2.322.000.000.
Program tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Aceh, T. Adi Darma ST, mengatakan realisasi subsidi miliaran rupiah dalam dua hari menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok bersubsidi.
“Angka realisasi sebesar Rp2,3 miliar lebih dalam dua hari ini membuktikan bahwa kehadiran negara lewat pasar murah sangat dinantikan oleh masyarakat. Kita melihat masyarakat sangat terbantu dengan adanya selisih harga yang cukup signifikan dibandingkan harga pasar,” kata T. Adi Darma, kepada media ini, di Minggu (15/2/2026).
Ia menjelaskan, angka tersebut merupakan akumulasi dari penyaluran empat komoditas utama di seluruh kabupaten/kota, yakni beras, gula pasir, minyak goreng, dan telur ayam.
Berdasarkan laporan realisasi, beras menjadi komoditas yang paling banyak diserap masyarakat. Sebanyak 276.000 kilogram beras telah tersalurkan dengan total subsidi Rp1,38 miliar, melalui pemberian subsidi Rp5.000 per kilogram.
Selain beras, gula pasir dan minyak goreng masing-masing terealisasi sebanyak 46.000 kilogram dan 46.000 liter, dengan total subsidi masing-masing sebesar Rp276 juta. Sementara itu, telur ayam telah tersalurkan sebanyak 26.000 papan dengan total subsidi Rp390 juta, melalui subsidi Rp15.000 per papan.
T. Adi Darma menegaskan, pasar murah merupakan bentuk intervensi nyata Pemerintah Aceh dalam mengendalikan laju inflasi daerah, khususnya menjelang Ramadan yang kerap diiringi kenaikan harga.
“Harapan kami, masyarakat bisa lebih tenang menghadapi Ramadan tanpa harus khawatir lonjakan harga. Ini adalah komitmen Pemerintah Aceh untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli warga,” katanya.
Pasar murah serentak ini berlangsung selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 Februari 2026. Kadisperindag Aceh mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan hari terakhir pelaksanaan, yang bertepatan dengan libur cuti bersama.
“Besok adalah hari terakhir. Kami mengajak seluruh warga Aceh untuk memanfaatkan momentum ini. Stok masih tersedia dan petugas kami siap melayani agar distribusi subsidi benar-benar merata dan tepat sasaran,” pungkasnya.(Wahyu)
