Baitul Mal Aceh Besar Serahkan Dua Unit Rumah Bantuan di Peukan Bada

Camat Peukan Bada Salamuddin ZM SE, menyerahkan secara simbolis rumah bantuan kepada Zulfikar, seorang warga Lambadeuk, di kawasan Gampong Lampageu, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Senin (16/2/2026). FOTO/ M HERIZAL

Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Baitul Mal Aceh Besar menyerahkan dua unit rumah bantuan kepada warga kurang mampu di Kecamatan Peukan Bada, yakni satu unit untuk warga Lambadeuk, dan satu unit lainnya untuk warga Lampageu.

Penyerahan rumah bantuan secara serentak tersebut, dilakukan oleh Ketua Baitul Mal Aceh Besar, H Azwir Anwar SE, yang didampingi oleh Camat Peukan Bada Salamuddin ZM SE, unsur Forkopimcam Peukan Bada, serta disaksikan para perangkat gampong dan masyarakat, di Gampong Lampageu, Kabupaten Aceh Besar, Senin (16/2/2026).

Adapun dua penerima bantuan tersebut yakni Junaidi, warga Gampong Lampageu yang berprofesi sebagai nelayan dengan tanggungan seorang istri dan tiga anak (dua putra dan satu putri). Sementara satu unit lainnya diterima Zulfikar, warga Gampong Lambadeuk yang bekerja sebagai buruh harian lepas dan juga menanggung seorang istri serta tiga orang anak.

Pada kesempatan itu, Ketua Baitul Mal Aceh Besar, Azwir Anwar mengatakan, bantuan rumah tersebut merupakan bagian dari program kolaborasi antara Baitul Mal Aceh Besar, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, dan PT Solusi Bangun Andalas (SBA).

“Pada hari ini kami menyerahkan dua unit rumah bantuan di Kecamatan Peukan Bada. Satu unit diterima saudara Zulfikar dari Gampong Lambadeuk dan satu unit lagi diterima Bapak Junaidi di Gampong Lampageu. Ini merupakan program kolaborasi berkelanjutan antara Baitul Mal, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan PT SBA,” ujar Azwir.

Ketua Baitul Mal Kabupaten Aceh Besar H Azwir Anwar SE, menyerahkan secara simbolis rumah bantuan kepada Junaidi, seorang warga Lampageu, di kawasan Gampong Lampageu, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Senin (16/2/2026). FOTO/ M HERIZAL

Ia menjelaskan, program tersebut menyasar masyarakat fakir miskin, dhuafa, atau anak yatim yang memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya berasal dari keluarga kurang mampu, memiliki anak usia sekolah, serta memiliki tanah sendiri yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pihak gampong.

“Apabila seluruh persyaratan tersebut terpenuhi, maka kami akan melanjutkan ke tahap pembangunan rumah. Perlu kami sampaikan bahwa dalam pembangunan ini, penerima manfaat sama sekali tidak dipungut biaya satu rupiah pun. Bantuan ini murni dari tiga lembaga ini,” tegasnya.

Azwir berharap program kolaborasi tersebut dapat terus dilanjutkan pada tahun 2026 dan tahun-tahun berikutnya agar semakin banyak masyarakat yang terbantu, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan papan, sandang, dan pangan.

“Kami ingin agar saudara-saudara kita dapat menempati rumah yang layak huni dengan nyaman, sehingga mereka dapat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah serta mendapatkan ridha Allah SWT,” tambahnya.

Sementara itu, Junaidi mengaku sangat bersyukur atas bantuan rumah yang diterimanya. Ia menyebut, sebelumnya kondisi rumahnya sangat memprihatinkan.

“Kami sangat senang dan bersyukur telah mendapatkan rumah bantuan dari Baitul Mal. Sebelumnya kondisi rumah kami sangat memprihatinkan. Jika hujan turun, rumah sering bocor dan lantainya masih beralaskan tanah. Alhamdulillah sekarang sudah mendapatkan rumah yang layak huni,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Baitul Mal Aceh Besar dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan rumah tersebut, serta berharap program serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Baitul Mal Aceh Besar dan seluruh pihak yang telah membantu pembangunan rumah ini. Semoga program seperti ini terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat merasakan manfaatnya,” pungkas Junaidi.(Wahyu)

Exit mobile version