Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Ribuan hektar sawah di Kemukiman Tanoh Abee Kecamatan Seulimuem mengalami kekeringan, para petani meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar mengambil strategi jangka pendek dan jangka panjang untuk mengantisipasi dampak kekeringan ini sehingga tidak menyebabkan gagal panen.
“Yang dibutuhkan petani sekarang, Pemerintah harus segera mencari solusi mengenai masalah kekeringan ini, bila tidak kami akan mengalami gagal panen,” ujarnya Muhammad Iqbal salah satu petani di Kemukiman Tanoh Abee Kecamatan Seulimuem kepada Kabarnanggroe.com, di Seulimuem, Selasa (16/01/2024).
Ia menyebutkan, lahan sawah yang mengalami kekeringan lokasinya jauh dari sumber air. Tanaman padi yang terdampak itu telah memasuki usia tanam 45-60 hari.
“Pada saat awal tanam, curah hujan masih ada, namun sejak pertengahan bulan Desember 2023 sampai sekarang curah hujan sudah tidak ada lagi,” sebut Muhammad Iqbal.
Ia menjelaskan, para petani sekarang sudah melalukan berbagai upaya untuk mendapatkan air. “Kini kami sudah mulai melakukan upaya dengan cara menyedotnya menggunakan mesin dan dialirkan ke lahannya, walaupun jarak sumber air jauh dari sawah,” jelasnya
Ia menegaskan, yang sebenarnya Pemerintah Aceh Besar harus mampu mencari solusi terkait kekeringan yang terjadi setiap tahunnya. Karena selama ini yang dilakukan oleh Pemkab pada saat kekeringan hanya sebatas peninjauan, selebih itu tidak ada.
“Bahkan mereka hanya mendorong petani memanfaatkan segala sumber air yang ada untuk dialirkan ke sawah. Kalau itu semua petani juga tahu, sekarang begaimana solusi nya,” tegas Muhammad.
Ia mengungkapkan, yang dibutuhkan petani sekarang adalah pemerintah harus membangun irigasi supaya petani dengan mudah mendapatkan airnya atau membantu petani untuk memiliki alat-alat pompa air seperti sumur bor.
“Baginya irigasi dan sumur bor solusinya untuk membantu para petani, bukan hanya peninjauan saja,” pungkas Muhammad.(Dj)
