Jurnalis Aljazeera Laporkan Kondisi Pengungsi Aceh Tamiang

Pengungsi mendirikan tenda darurat di Aceh Tamiang. FOTO/FB.SCREENSHOT

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Jurnalis wanita Aljazeera, Jessica Washington, Sabtu (13/12/2025 melaporkan langsung kondisi pengungsi di Kabupaten Aceh Tamiang yang harus tinggal di tenda-tenda darurat yang dibangun sendiri oleh para korban.

Dia menyebut Aceh Tamiang sebagai kawasan terparah diterjang banjir yang mengakibatkan hanya satu rumah yang tersisa di tempat dia melaporkan dengan kondisi banyak mobil yang terongok di lokasi banjir yang masih menyisakan genangan air.

Jessica menyatakan Aceh Tamiang yang sudah terbuka untuk bantuan, tetapi belum juga bantuan sampai ke tempat dia laporkan, kemudian di Kota Kuala Simpang yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Dia melaporkan melalui siaran langsung melalui media sosial Facebook, dengan suhu panas, para korban ini yang kehilangan rumah diterjang banjir harus membangun tenda dari plastik atau seng bekas untuk berteduh dari panasnya sinar matahari.

Dikatakan, dari pengungsi ini, termasuk wanita dan pria lanjut usia, termasuk bayi yang baru lahir juga harus tidur di bawah tenda darurat ini

Ditambahkan, para korban banjir dan longsor di Bener Meriah harus mencari sendiri bantuan makanan dengan berjalan kaki menyusuri jalan perbukitan menuju Bireuen, hanya untuk membeli kebutuhan rumah tangga, khususnya beras, minyak goreng dan lainnya.

Jessica menyatakan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf sempat menangis saat melihat kondisi penduduknya yang tertimpa bencana besar dengan bantuan belum seluruhnya dapat dipenuhi.

Tetapi, wartawati asing ini dalam laporan terakhirnya meyakini, Gubernur Aceh akan mampu memenuhi seluruh kebutuhan korban banjir dan longsor secara bertahap dan mampu membangun kembali Aceh yang porak-poranda ini dengan lebih baik lagi.(Muh)

Exit mobile version