Mahasiswa Ilmu Komunikasi USK Sosialisasi Risiko Bullying di SDN 57 Banda Aceh

Mahasiswa Ilmu Komunikasi USK foto bersama dengan para murid SD usai melakukan Sosialisasi Bahaya Bullying Terhadap Psikologi dan Perubahan Perilaku Siswa, di SDN 57 Banda Aceh, Sabtu (14/10/2023). FOTO/DOK ILMU KOMUNIKASI USK

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Sejumlah mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Syiah Kuala (USK) mengambil inisiatif untuk melawan bullying dengan mengadakan Sosialisasi Bahaya Bullying Terhadap Psikologi dan Perubahan Perilaku Siswa, di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 57 Banda Aceh, Sabtu (14/10/2023).

Ketua Pelaksana Tamam Rizky, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak terhadap dampak negatif bullying dan bagaimana cara mengatasinya. Sosialisasi dihadiri oleh 30 murid kelas 6, mahasiswa membawakan presentasi interaktif diantaranya mencakup definisi bullying, jenis-jenis bullying dan bagaimana mengenali tanda-tanda bullying.

“Mereka juga memberikan contoh-contoh situasi nyata yang melibatkan bullying,” terangnya.

Selain itu, kata Tamam, mahasiswa Ilmu Komunikasi juga mengajarkan cara berbicara dan berperilaku dengan baik, serta pentingnya mencari bantuan dari guru, orangtua, atau teman ketika mereka menghadapi situasi yang mengganggu. Sesi Focus Group Discussion di akhir presentasi memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk berbicara tentang pengalaman mereka dan mendapatkan nasihat dari mahasiswa. “Kegiatan ini mendapat tanggapan positif dari sekolah dan orangtua,” sebutnya.

Kepala SDN 57 Banda Aceh, Hamdani, SPd., M.Pd., mengatakan, pihaknya merasa jika kegiatan tersebut sangat bermanfaat, mengingat bullying sangat berbahaya bagi siswa, karena dapat mengganggu mental siswa.

“Kami dari pihak sekolah merasa bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena pemahaman mengenai bullying ini betul-betul harus sering kita lakukan sosialisasi kepada para siswa, apalagi ini juga merupakan satu terobosan yang sangat positif dari mahasiswa USK sendiri,” ujarnya.

Untuk itu, pihak sekolah berharap kasus seperti bully tidak terjadi di lingkungan sekolah karena sekolah kita merupakan sekolah yang ramah anak.

“Jadi bukan hanya ramah lingkungan saja tapi juga ramah dengan psikologi anak, sehingga para siswa juga nyaman dalam proses belajar mengajar,” pungkasnya.(Tamam)

Exit mobile version