Instruktur Wasit Asal Jepang Pimpin Pelatihan Wasit Aceh dan Sumut di Stadion H Dimurthala

Instruktur pelatih asal Jepang, Yoshimi Ogawa memantau kinerja wasit yang memimpin laga sepak bola setengah lapangan di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, Sabtu (14/6/2025) pagi. FOTO/BEDU SAINI

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Wakil Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa memimpin kursus atau pelatihan untuk wasit asal Aceh dan dari Sumatera Utara (Sumut) yang khusus datang untuk mengikuti kursus.

Ogawa yang merupakan instruktur pelatih asal Jepang sudah hadir di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh yang merupakan markas Persiraja pada Sabtu (14/6/2025) pagi pukul 07.00 WIB.

Pria berusia 65 tahun itu yang mengenakan celana pendek menemui sejumlah instruktur wasit Aceh dan wasit yang mendapat pelatihan untuk memberi arahan melalui seorang penterjemah di lapangan.

Seusai memberi arahan kepada para wasit, dia meninggalkan lapangan, seiring suhu pagi mulai menyengat. Sedangkan para instruktur dan wasit sepak bola berkumpul di tengah lapangan untuk memulai latihan memimpin pertandingan.

Wasit yang mengikuti kursus memberi arahan kepada pemain sebelum melakoni pertandingan di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, Sabtu (14/6/2025) pagi. FOTO/BEDU SAINI

Barometer dalam memimpin pertandingan yang dilakoni pemain muda Pra PORA Aceh Besar menjadi tolok ukur kelulusan atau tidak seorang wasit, termasuk asisten wasit yang bertugas di pinggir lapangan.

Ketua Panita Kursus Wasit, Boyhaki yang ditemui media ini menyatakan wasit yang mengikuti pelatihan sebanyak 21 orang, terdiri dari 14 orang dari Provinsi Aceh dan 7 orang dari Provinsi Sumatera Utara.

Ditambahkan, pelatihan wasit ini dibantu oleh instruktur lokal yang memberi penilaian atas kinerja seorang wasit dalam memimpin laga sepak bola di lapangan H Dimutrhala Lampineung, Banda Aceh.

Disebutkan, pelatihan ini dilaksanakan lima hari, mulai dari 11 sampai 15 Juni 2025 yang diikuti wasit dari Liga 1 dan Liga 2 Indonesia. Para wasit ini yang telah mendapat kursus secara teori, harus mampu mempraktekkan di lapangan.

Wasit yang mengikuti kursus berjalan ke tengah lapangan di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, Sabtu (14/6/2025) pagi. FOTO/BEDU SAINI

Muchlish, salah seorang instruktur wasit yang ikut memberi penilaian atas kinerja wasit di lapangan yang ditemui media ini di pinggir lapangan saat memantau wasit memimpin pertandingan menyatakan penilaian disesuaikan dengan kemampuan seorang wasit.

Dikatakan, kursus ini untuk meningkatkan kemampuan wasit dalam memimpin pertandingan, sehingga dapat bertindak dengan adil di lapangan dan tidak merugikan salah satu tim.

Dia yang telah pensiun menjadi wasit Liga 1 mengakui dalam pelatihan ini, ada wasit yang lulus dan tidak, tetapi mereka akan menjadi penerus pihaknya untuk menjadi wasit di liga nasional.

Ketua Tim Manajemen Sepak Bola Pra PORA Aceh Besar, Mariadi ST MM (kiri) berbicara dengan wasit (tengah) didampingi Manajer Wahyu ‘Al-Yunirun’ di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, Sabtu (14/6/2025) pagi. FOTO/BEDU SAINI

Ketika ditanyakan tentang honor wasit dan penjaga garis, Muchlish mengakui belum mendapat informasi dari PSSI. Sebelumnya, dia berharap honor wasit menjadi Rp 1 juta dan asisten wasit atau penjaga garis Rp 750 ribu per pertandingan.

Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto sudah menaikkan gaji pengadil di meja hijau atau hakim sampai 280 persen. Tetapi, untuk pengadil di lapangan sepak bola belum ada titik terang, seperti diharapkan oleh Muchlish.(Muh)

Exit mobile version