Seribu Jamaah Hadiri Iftar Jama’i dan Santunan Anak Yatim di Masjid Abu Indrapuri

Prof. Dr. Mustanir Yahya, M.Sc memberikan sambutan sebelum berbuka puasa saat iftar jama'i di Masjid Abu Indrapuri, Sabtu (14/3/2026). FOTO/ KHALID

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Abu Indrapuri menggelar kegiatan iftar jama’i atau buka puasa bersama yang dirangkai dengan santunan bagi 29 anak yatim. Kegiatan tersebut dipusatkan di pelataran Masjid Abu Indrapuri, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan buka puasa bersama ini diikuti sekitar 1.000 jamaah dari berbagai lapisan masyarakat di Kecamatan Indrapuri. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimcam, para keuchik, imum mukim, imum masjid, pimpinan dayah, ketua organisasi masyarakat dan OKP, cendekiawan, serta tokoh masyarakat setempat.

Sejumlah tokoh masyarakat yang turut hadir antara lain Prof. Dr. Mustanir Yahya, M.Sc., H. Abdullah Bintang, H. Ilyas Djuned, Marzuki Saleh, anggota DPRA Hasballah, serta unsur DPRK Aceh Besar seperti Yusran Yunus, Firdaus, Rahmat Aulia, Abdus Sabur, dan sejumlah tokoh lainnya.

Sejumlah tokoh hadir dalam agenda iftar jama’i Masjid Abu Indrapuri, Sabtu (14/3/2026). FOTO/ KHALID

Imum Chiek Masjid Abu Indrapuri, Tgk. Anisullah, didampingi Ketua BKM, Dr. Tgk. Ismu Ridha, MA, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, Masjid Abu Indrapuri selama ini aktif menggelar berbagai kegiatan keagamaan dan sosial.

“Berbagai kegiatan rutin terus dilaksanakan di masjid ini, seperti pengajian, peringatan hari besar Islam, donor darah, hingga pembinaan generasi Islami. Semua ini merupakan upaya untuk memakmurkan masjid sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, sesepuh masyarakat Indrapuri, Prof. Dr. Mustanir Yahya, M.Sc., dalam tausiah menjelang berbuka puasa mengajak seluruh jamaah untuk memanfaatkan momentum akhir Ramadan dengan meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak sedekah, melaksanakan qiyamul lail, serta mempererat tali persaudaraan.

Ia mengingatkan bahwa salah satu hal yang akan dipertanyakan di akhirat kelak adalah tentang siapa saudara kita. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan memperbanyak silaturahmi, tidak terpecah belah, serta menjauhi sikap saling memfitnah dan menebar kebencian.

“Kita harus memberikan teladan yang baik kepada masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, sehingga nilai-nilai persatuan, kepedulian, dan kebersamaan tetap terjaga. Dengan begitu, masyarakat dapat bersatu dalam memakmurkan masjid dan menjaga keharmonisan,” ujar Guru Besar Universitas Syiah Kuala tersebut.

Kegiatan buka puasa bersama ini berlangsung penuh keakraban dan menjadi momentum mempererat hubungan antara tokoh masyarakat, dan warga dalam suasana kebersamaan di bulan suci Ramadan. Santunan kepada anak yatim juga turut menumbuhkan kepedulian sosial serta menghadirkan kebahagiaan bagi mereka di bulan penuh berkah ini.(Abrar)

Exit mobile version