Satkar Ulama Aceh Gelar Diklat Kader dan Kukuhkan Pengurus Kabupaten/Kota

Ketua Satkar Ulama Indonesia ( SUI) Aceh Dr H Bustami Usman SH SAP MSi mengukuhkan pengurus SUI kabupaten/kota se-Aceh di Hotel Diana, Banda Aceh, Jumat (12/12/2025). FOTO/ TEUKU AZHARI

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh — Satuan Karya (Satkar) Ulama Indonesia Provinsi Aceh menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kader Satkar Ulama Indonesia (SUI) Kabupaten/Kota se-Aceh, sekaligus mengukuhkan kepengurusan SUI tingkat kabupaten/kota. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, 12–14 Desember 2025, di Hotel Diana Kuta Alam, Banda Aceh, Jumat (12/12/2025).

Ketua Satkar Ulama Indonesia Aceh, Dr. H. Bustami Usman, SH, SAP, MSi menyampaikan, Satkar Ulama Indonesia telah berdiri sejak tahun 1970 dan didirikan oleh H.M. Soeharto, Presiden Republik Indonesia kedua. Ia menegaskan bahwa Satkar Ulama Indonesia merupakan organisasi kemasyarakatan yang lahir dari Partai Golkar.

“Satkar Ulama Indonesia adalah salah satu ormas yang didirikan oleh Partai Golkar. Oleh karena itu, seluruh pengurus dan kader Satkar Ulama wajib patuh dan tunduk terhadap aturan serta kebijakan Partai Golkar, meskipun tetap memiliki ruang untuk mengkritik dan memberi saran apabila ada kebijakan yang melenceng,” ujar Bustami Usman.

Mantan Kepala Badan Kesbangpol Aceh dan Kepala Badan Dayah Aceh tersebut juga menyampaikan keprihatinan dan duka cita mendalam atas musibah banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dalam beberapa pekan terakhir.

“Sejatinya kegiatan Diklat Kader SUI ini dapat kita laksanakan lebih meriah dengan kehadiran Ketua Umum SUI Bapak Dr. Idris Laena. Namun karena Aceh sedang dilanda musibah banjir dan tanah longsor, maka kegiatan ini kita laksanakan secara sederhana namun tetap penuh makna,” katanya.

Sementara itu, Ketua Partai Golkar Aceh terpilih, H. M. Salim Fakhri, SE, MSi, yang diwakili Wakil Ketua Partai Golkar Aceh, H. Jamaluddin Jamil, ST, MSi, mengatakan bahwa Partai Golkar merupakan salah satu partai politik paling senior dalam sejarah perpolitikan Indonesia.

Foto bersama usai pengukuhan pengurus SUI kabupaten/kota se-Aceh di Hotel Diana, Banda Aceh, Jumat (12/12/2025). FOTO/ TEUKU AZHARI

“Partai Golkar adalah satu-satunya partai yang memiliki sepuluh ormas, terdiri dari tiga ormas pendiri, lima ormas yang didirikan oleh partai, dan dua ormas sayap yang dikenal dengan Hasta Karya. Dengan kekuatan ini, sudah sepantasnya Partai Golkar terus menjadi pemenang dalam setiap konstelasi politik, termasuk di Aceh,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran Satkar Ulama Aceh dan Satkar Ulama kabupaten/kota dalam menggerakkan organisasi guna memperkuat kebesaran Partai Golkar.

“Jika ada kesempatan, baik pada Pileg maupun Pilkada, kader Satkar Ulama harus berani tampil menjadi calon. Kita berharap ke depan lahir anggota DPRK, DPRA, bahkan DPR RI dari kader-kader ulama Partai Golkar,” tegasnya.

Ketua Panitia kegiatan, H. Imam Akbar Muttaqien, MBA, menjelaskan bahwa selain Diklat Kader, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pengukuhan kepengurusan SUI kabupaten/kota se-Aceh.

“Diklat Kader ini berlangsung selama tiga hari, dari Jumat hingga Minggu. Selain itu, kami juga mengukuhkan pengurus Satkar Ulama Indonesia kabupaten/kota se-Aceh,” kata Imam Akbar yang juga Wakil Ketua SUI Aceh.

Ia menyatakan, kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah pemateri nasional dan daerah. Di antaranya Ketua MPU Aceh Tgk. H. Faisal Ali atau Lem Faisal yang membawakan materi tentang pelaksanaan Syariat Islam secara kaffah, mantan Komisioner KIP Aceh Tgk. H. Akmal Abzal dengan materi pendidikan politik dan pemilu, serta Plt Kepala Badan Kesbangpol Aceh yang menyampaikan materi pentingnya wawasan kebangsaan bagi kader partai politik.

Diklat Kader tersebut turut dihadiri pengurus SUI Aceh, pengurus SUI kabupaten/kota se-Aceh, serta unsur Hasta Karya Partai Golkar. Hadir pula perwakilan organisasi pendiri Partai Golkar seperti SOKSI, MKGR, dan Kosgoro, serta ormas yang didirikan Partai Golkar di antaranya Satkar Ulama Indonesia, Majelis Dakwah Indonesia (MDI), Al Hidayah, Himpunan Wanita Karya (HWK), Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), serta ormas sayap Partai Golkar, yakni AMPG dan KPPG.(Wahyu/*)

Exit mobile version