Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Banda Aceh mendorong keterlibatan komunitas dalam memperkuat kualitas pendidikan di luar ruang kelas formal. Ketua MPD Kota Banda Aceh, Dr Drs H Salman Ishak MSi, menegaskan bahwa tantangan pendidikan semakin kompleks dan tidak bisa dibebankan hanya kepada sekolah dan guru.
“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Komunitas dapat menjadi agen penyebar ilmu, nilai, dan keterampilan hidup bagi peserta didik,” ujarnya, Senin (13/10/2025).
Salman menilai, Banda Aceh memiliki banyak komunitas kreatif—mulai dari literasi, seni, teknologi hingga lingkungan—namun sebagian besar belum terhubung dengan sekolah. Ia mendorong kolaborasi agar komunitas dapat memberi kontribusi nyata dalam pembelajaran, seperti membangkitkan minat baca, mengajarkan coding, hingga berbagi keterampilan praktis.
MPD, kata Salman, siap menjadi jembatan yang mempertemukan sekolah dan komunitas melalui program terstruktur.
Sementara itu, Kepala Sekretariat MPD Kota Banda Aceh, Mukhlizal SH MSi, mendukung langkah tersebut dan menegaskan pentingnya sinergi yang sejalan dengan kurikulum merdeka. Menurutnya, MPD telah memetakan sejumlah komunitas potensial untuk dijadikan mitra sekolah.
Komunitas mahasiswa mengajarkan kerajinan kepada peserta didik.(Ilustrasi)
Ke depan, MPD akan menyusun panduan teknis kerja sama sekolah–komunitas dan menargetkan pilot project mulai semester depan. Program ini juga akan disertai mekanisme evaluasi dan pelaporan yang jelas.
“Kami ingin sekolah memiliki ruang belajar yang lebih hidup dan aplikatif. Banyak keterampilan yang bisa diperoleh peserta didik melalui praktik bersama komunitas,” imbuh Mukhlizal.
MPD berharap kolaborasi tersebut segera ditindaklanjuti oleh kepala sekolah dan komunitas agar ekosistem pendidikan di Banda Aceh semakin inklusif dan menyenangkan. (Adv)
