Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Atlet atletik putri Aceh yang sukses menggenggam tiga medali perak di kejuaraan nasional, telah memberi gambaran positif bagi Pengprov PASI Aceh tentang progres atlet yang dipersiapkan ke Pra PON 2027.
Capaian itu makin membuat pengurus PASI Aceh optimis atlet atletik Tanah Rencong ini bisa meningkatkan prestasinya di Pra PON dan PON XXII NTT – NTB 2028.
Atlet atletik putri Aceh telah menunjukkan kelasnya mampu bersaing dan meraih prestasi pada kejuaraan nasional (Kejurnas) di Stadion Sriwedari , Solo, Jawa Tengah, yang berakhir pekan lalu.
Pada Kejurnas tersebut atlet putri Aceh meraih tiga medali perak diperoleh dari nomor lari gawang 100 dan 400 meter serta lompat tinggi. Atlet Aceh di nomor inipun telah menjadi saingan berat bagi atlet provinsi lain.
Tiga medali perak itu diraih Wildatul Husna dari nomor lari gawang 100 meter dengan cacatan waktu 15,87 dan 400 meter serta Cut Shara Nazwa dari nomor lompat tinggi dengan rekor 165 cm.
Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (Pengprov PASI) Aceh , Drs Bachtiar Hasan, M.Pd dalam keterangan kepada Media Pos Aceh, Sabtu (13/9/2025) merincikan, atlet Aceh meraih medali pertama dari lari gawang 100 meter putri .
Peringkat satu lari gawang 100 meter putri ini yaitu Dilfa Risky 15,65 (Kaltim) disusul Wildatul Husna 15,87 ( Aceh ) tempat kedua dan ketiga Kirana Anindya S 16,03 (DKI Jakarta ).
Sebutnya, Wildatul Husna yang juga turun berlomba pada lari gawang 400 meter, setelah berusaha maksimal untuk bisa meraih medali emas, akhirnya kembali meraih medali perak setelah berada di urutan kedua
Bachtiar menyebutkan rekor lompat tinggi putri yang diraih Nabila F. Ardian 165 cm dari Jawa Timur yang berada di peringkat satu sama dengan capaian Cut Shara Nazwa dari Aceh yang berada di peringkat kedua. Peringkat ketiga Orin Lahu 159 cm (DKI Jakarta).
“Alhamdulillah, dari Kejurnas atletik, PASI Aceh baru memperoleh tiga medali perak di nomor lompat tinggi dan lari 100, 400 meter gawang putri dan lompat tinggi,” ujar Bachtiar Hasan yang juga Wakil Ketua II Bidang Pembinaan Prestasi KONI Aceh ini.
Pria yang sarat pengalaman, prestasi dan prestise di dunia olahraga atletik mulai sebagai atlet, praktisi, akademisi dan organisastoris ini menyebutkan, capaian ini merupakan sejarah baru bagi olahraga Aceh.
“Dari dulu kita tidak punya atlet lari gawang putri, di Kejurnas ini telah mengukir prestasi yang cemerlang dan membanggakan,” ujar Bachtiar Hasan seraya menyebutkan ia terharu dengan keberhasilan atlet lari gawang putri Aceh bisa mengalahkan atlet – atlet dari Pulau Jawa.
Kecuali itu, kata Bachtiar, tidak kalah serunya dan membuatnya juga terharu, atlet nomor lompat tinggi putri Aceh, Cut Shara Nazwa dengan rekor 165 centi meter menyamai rekor atlet Jawa Timur. Aceh dapat perak dan Jatim meraih emas
Pada PON Aceh – Sumut, Aceh dapat emas, Jawa Timur meraih perak dengan rekor lompatan yang juga sama.
Bachtiar menyebutkan, sebenarnya Kejurnas ini sebagai ajang ujicoba bagi atlet atletik putri Aceh yang selama ini kontinyu dan disiplin menjalani latihan.
“Alhamdulillah, atlet kita semua sudah berusaha untuk mempertajam prestasi yang sudah pernah dicapai,” ujarnya.
Ia menyebutkan, selesai mengikuti Kejurnas atlet atletik Aceh terus menjalani pemusatan latihan untuk persiapan menghadapi Pra PON. “Atlet harus terus berlatih menuju Pra PON,” ujarnya.
Pada Kejurnas ini Katanya, atlet Aceh juga mendapat pengalaman berlomba dan persaingan ketat, karena diikuti atlet-atlet dari negara Asia Tenggara. (Sdm).
