Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Kontingen Banda Aceh berhasil mewujudkan target meraih juara umum Pekan Olahraga Pelajar (Popda) XVII yang digelar di Idi , Aceh Timur, 6 – 13 Juli 2024.
Predikat juara umum direngkuh Kontingen Banda Aceh, setelah berhasil meraih 41 medali emas, 14 perak dan 26 medali.
Pj Gubernur Aceh diwakili Pj Sekretaris Daerah Aceh, Azwardi menyerahkan piala bergilir gubernur kepada Kontingen Kota Banda Aceh yang diterima Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Wahyudi yang didampingi Kadispora Reza Kamilin, S.STP pada penutupan di Gedung Idi Sport Center (ISC), Jumat (12/7/2024).
Gelar juara umum yang diperoleh Kontingen Banda Aceh, setelah menguasai raihan medali emas pada cabang panahan dengan 15 medali emas, karate 7 medali emas, atletik 5 emas.
Cabang lainnya juga menyumbang medali emas di antaranya tinju 3 medali emas, anggar (2), tarung derajat (1), taekwondo (1) dan bola voli (1) serta cabor lainnya silat, kempo dan tenis meja juga meraih medali.
Raihan tersebut sesuai harapan Penjabat (Pj) Walikota Banda Aceh, Amiruddin, SE disampaikan ketika melepas para atlet ke Popda XVII, Jumat (5/7/2024) yang menaruh harapan besar kepada atlet pelajar bisa tampil dengan semangat juang tinggi untuk meraih prestasi terbaik.
Amiruddin pun yakin pada saat itu bahwa para atlet yang telah dibina secara maksimal mampu mempersembahkan prestasi terbaik untuk Banda Aceh meraih juara umum.
Kontingen Banda Aceh pada Popda XVII/2024 di Idi, Aceh Timur, berkekuatan 225 atlet yang terdiri dari 152 atlet, 40 pelatih, 24 official dan dilengkapi 4 tenaga medis, 3 personel perhubungan dan 2 Humas.
Banda Aceh mengikuti 15 dari cabang 16 olahraga yang dipertandingkan pada multi event olahraga pelajar daerah Aceh ini.
Hasil Pembinaan
“Alhamdulillah. Kita sangat bangga melihat perjuangan anak-anak Banda Aceh di arena Popda. Mereka menunjukkan kecintaannya terhadap kotanya, sehingga memborong medali mulai hari pertama,” ujar Kadispora Banda Aceh, Reza Kamilin.
Reza menyebutkan, para atlet seratus persen hasil binaan Kota Banda Aceh. “Mereka anak-anak asli dari Banda Aceh, tidak yang kita transfer dari luar atau daerah lain,” ujarnya.
Reza mengatakan, para atlet sudah dipersiapkan secara maksimal melalui latihan secara berjalan dan pemusatan latihan penuh untuk meraih juara umum.
Menurutnya, Kadispora Banda Aceh ini, pembinaan usia dini atau usia pelajar menjadi kunci untuk pencapaian prestasi mendatang di ajang PORA dan PON dan seterusnya.
“Pembinaan usia dini yang selama ini kita lakukan akan terus kita tingkatkan. Insya Allah di awal 2025 akan mulai kita laksanakan Pekan Olahraga Pelajar Kota (Popkot) Banda Aceh,” katanya.
Sebutnya, Popkot Banda Aceh akan menjadi ajang pencarian bibit-bibit unggul yang nantinya menjadi atlet binaan Banda Aceh untuk dipersiapkan ke Popda 2026.
Maksimal
Secara terpisah, Kepala Bidang Olahraga Dispora Banda Aceh, Mashuri, S.Sos menjelaskan, Kontingen Banda Aceh mengikuti 15 cabang olahraga yaitu karate, kempo, atletik, tenis meja, voli putri, tinju, bulutangkis, takraw, anggar, panahan, taekwondo, pencak silat, basket putra-putri, dan tenis lapangan.
Sebutnya, cabang olahraga panahan, atletik, karate, tinju menjadi andalan Banda Aceh mendulang banyak medali emas, juga cabor lainnya medali emas, sehingga Banda Aceh meraih juara umum.
Disebutkannya, para atlet Banda Aceh dipersiapkan secara maksimal melalui pemusatan latihan berjalan sejak usai seleksi rekrutmen atlet pada Mei 2024 dan dilanjutkan pemusatan latihan penuh.
Pada Popda XVI/2022 di Aceh Barat, Kontingen Banda Aceh meraih peringkat kedua dengan 17 medali emas hanya selisih satu medali emas dengan juara umum, Pidie yang meraih 18 medali emas. Pada Popda XVII/2024 di Aceh Timur, Kontingen Banda Aceh berusaha meraih target juara umum. (Sdm).
