Imigrasi Banda Aceh Jemput Bola Layani Pemohon Sakit hingga ke Ambulans

Petugas Imigrasi Banda Aceh mengambil gambar pengaju paspor di ambulan, dalam wilayah Kota Banda Aceh, Senin (13/4/2026). FOTO/ DOK MPA

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh menghadirkan layanan jemput bola bagi pemohon paspor yang sedang sakit, bahkan hingga ke dalam ambulans, sebagai bagian dari inovasi pelayanan inklusif “Imigrasi Peka Terasa” (IES), di Banda Aceh, Senin (13/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, petugas imigrasi turun langsung ke lapangan untuk memberikan pelayanan “jemput bola” kepada empat pemohon paspor baru. Layanan dilakukan di berbagai lokasi, mulai dari dalam ambulans, rumah sakit, hingga kediaman pribadi pemohon.

Kepala Kantor Imigrasi Banda Aceh, Bambang Tri Cahyono mengatakan, langkah tersebut merupakan komitmen pihaknya dalam memberikan pelayanan publik yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam kondisi darurat medis.

“Layanan IES ini kami rancang untuk menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kami melakukan pengambilan data biometrik dan wawancara di lokasi yang cukup menantang secara teknis, namun demi kemanusiaan hal tersebut menjadi prioritas utama,” ujar Bambang.

Petugas Imigrasi Banda Aceh mengambil gambar pengaju paspor di kediamannya, dalam wilayah Kota Banda Aceh, Senin (13/4/2026). FOTO/ DOK MPA

Ia menjelaskan, layanan tersebut menyasar warga yang sedang menjalani perawatan dan membutuhkan dokumen paspor untuk keperluan pengobatan lanjutan ke luar negeri.

Sementara itu, Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian, T. Ferdian Hadi Mulya menegaskan, pihaknya tetap menjaga standar pelayanan meski dilakukan di luar kantor.

“Kami memastikan bahwa meskipun pelayanan dilakukan di dalam ambulans atau rumah sakit, standar operasional prosedur dan keamanan data tetap terjaga. Kami berupaya memberikan kemudahan agar masyarakat yang sedang sakit tidak terbebani oleh urusan administratif,” kata Ferdian.

Adapun rincian layanan yang dilakukan meliputi satu pemohon dilayani di dalam ambulans di area darurat, satu pemohon di RSUD dr. Zainoel Abidin, serta dua pemohon lainnya di rumah masing-masing.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB tersebut berjalan tertib dan lancar. Kehadiran layanan IES diharapkan dapat menjadi solusi bagi kelompok rentan serta mempertegas peran Imigrasi sebagai institusi pelayanan publik yang humanis dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.(Wahyu/*)

 

Exit mobile version