Kabarnanggroe.com, Bireuen – Masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Aliansi Masyarakat Bireuen (GAMB), melakukan unjuk rasa (demo secara damai) di Halaman Kantor DPRK Bireuen, Senin (9/2/2026).
Para pengunjuk rasa menuntut kejelasan dan transparansi penanganan korban banjir bandang di Kabupaten Bireuen.
Pantauan awak media dilokasi unjuk rasa, setelah berdiskusi panjang lebar di ruang Paripurna DPRK Bireuen dengan perwakilan pendemo. Dewan Perwakilan Rakyat Bireuen, sepakat turun langsung ke titik pengungsian, terutama tempat pengungsi yang masih tinggal di tenda-tenda.
Di kesempatan itu, semua Anggota DPRK Bireuen yang hadir di gedung dewan untuk menyambut para pendemo, Setelah mendengar para orasi menyampaikan aspirasinya, Para pendemo di ajak untuk masuk ke ruang paripurna dewan untuk membahas hasil tuntutan pendemo.
Para pendemo menyampaikan orasi di depan pintu gerbang DPRK yang dijaga aparat keamanan. Sejumlah warga membawa poster dan karton bertuliskan tuntutan, di antaranya “Dana Kompensasi Rp1,6 Juta Belum Diterima Korban Banjir” serta pesan kritis lainnya.
Koordinator aksi, Iskandar yang akrab disapa Tuih, saat menyampaikan orasinya menggunakan pengeras suara dari atas mobil bak terbuka. meminta DPRK Bireuen menjalankan fungsi pengawasan dan mengawal kebijakan pemerintah terkait penanganan bencana banjir.
Setelah beberapa waktu menyampaikan orasinya, ketua aksi Tuih di sambut oleh ketua DPRK, Juniadi SH dan wakil l Surya Darma bersama Muslim Wakil ll DPRK Bireuen.
Beberapa perwakilan pendemo akhirnya digiring kedalam gedung DPRK, mereka dalam ruang sidang dan didepan ketua dan para anggota DPRK, sekaligus menyerahkan kaporan tuntutan tertulis kepada pimpinan DPRK.(Mar)
