Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Aceh melaksanakan program “FJPI Aceh Goes to School” dengan memberikan pelatihan dasar-dasar jurnalistik dan literasi digital kepada 50 pelajar SMA/MA di Kota Banda Aceh. Kegiatan ini berlangsung di Aula SMA Negeri 1 Kota Banda Aceh, Selasa (11/6/2024).
Kepala SMAN 1 Banda Aceh Nilawati, menyampaikan terima kasih kepada FJPI Aceh dan berharap program ini dapat melahirkan jurnalis terbaik di masa depan. “Saya berharap kegiatan ini bisa memotivasi anak-anak tidak hanya menjadi jurnalis di media sekolah, tetapi juga menjadikan jurnalis sebagai profesi di masa depan,” katanya, saat membuka pelaksanaan kegiatan tersebut.
Sementara itu, Nurul Ali, Ketua Panitia, berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengolah berita sesuai dengan ilmu jurnalistik yang mereka pelajari. “Kami berharap para calon jurnalis muda ini dapat berpikir kritis dan menghasilkan karya jurnalistik yang akurat dan aktual di media sekolah mereka,” ujarnya.
Pelatihan ini menghadirkan tiga narasumber: Senior Officer Bursa Efek Indonesia Provinsi Aceh, Mayank Seruni; Akademisi dan Praktisi Media Indah Rastika Sari; dan Praktisi Jurnalistik Azmi Thursina.
Mayank Seruni memberikan materi tentang investasi di pasar modal, menekankan pentingnya investasi bagi generasi muda. Ia juga memberikan tips berinvestasi melalui konsep 3P (Paham, Punya, dan Pantau).
“Generasi muda jangan hanya menabung di perbankan, tetapi juga dapat berinvestasi di pasar modal untuk masa depan,” ucapnya.
Selain itu, Indah Rastika Sari membahas literasi digital dan memberikan tips membuat konten media sosial. Ia juga mendorong peserta untuk membuat konten positif yang meningkatkan personal branding.
“Literasi digital adalah keterampilan penting di era teknologi ini. Kita harus bijak dalam bermedia sosial karena rekam jejak digital tidak pernah hilang,” jelasnya.
Di sisi lain, Azmi Thursina menekankan pentingnya latihan dalam menghasilkan konten jurnalistik. “Menulis ala jurnalis itu mudah. Mulailah dengan menuliskan apa yang terlintas di kepala dengan kalimat yang jernih dan komunikatif,” katanya.
Tidak hanya itu, Ketua FJPI Aceh, Saniah LS, saat menutup kegiatan, menyampaikan bahwa pelatihan ini akan terus berlanjut melalui grup WhatsApp untuk mendiskusikan karya jurnalistik para peserta. “Kami akan terus membina dan memberikan pelatihan lanjutan sesuai kebutuhan mereka,” pungkasnya.
FJPI Aceh juga memiliki sekolah binaan, SMAN 1 Banda Aceh, sebagai konsultan JP Magazine, dan berharap setelah pelatihan ini akan ada lebih banyak sekolah binaan lainnya.(WD/*)
