PMDG Kampus 8 Aceh Lakukan Penyambutan dan Taujihat Santri Baru

Kabarnanggroe.com, Aceh Besar — Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 8 Aceh resmi menyambut kedatangan rombongan santri baru tahun ajaran 2026, Minggu, (11/4/2026). Dari total kurang lebih 1.000 santri yang mendaftar dan dinyatakan lulus, mereka telah disebar untuk menempuh pendidikan ke seluruh Indonesia, 23 santri diantaranya mendapatkan amanah dan kesempatan menuntut ilmu di kampus 8 Aceh.

Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan PMDG Kampus 8, Ustadz Fauzul Halim, M.Pd, menyampaikan wejangan untuk membangkitkan semangat para santri. “Ingatlah bahwa status kalian di sini adalah penuntut ilmu yang memiliki derajat tinggi di sisi Allah. Tidak perlu merasa rendah diri karena kalian adalah orang-orang terpilih untuk berada di sini,” tegasnya.

Ia menekankan prinsip Al-i’timadu ‘ala nafsi assasun najahi (percaya pada diri sendiri adalah pangkal keberhasilan). Ia juga mengingatkan agar para santri segera beradaptasi dan menganggap pondok sebagai rumah sendiri dan memotivasi santri untuk meraih nilai mumtaz (istimewa) agar terbuka kesempatan belajar hingga ke kampus pusat.

Ustadz Fauzul Halim mengharapkan, 23 santri baru memiliki mentalitas yang kuat, rasa syukur yang tinggi, dan motivasi yang tak padam untuk menuntut ilmu. “Kedatangan santri baru bukan hanya sekadar perpindahan tempat belajar, melainkan awal dari perjalanan menjadi kader umat yang bertakwa dan berwawasan luas,” ungkapnya.

Ia menjelaskan rangkaian acara penyambutan disusun untuk menanamkan nilai kemandirian dan kekeluargaan sejak dini: Pertama, kedatangan santri. Armada bus yang membawa para santri tiba di gerbang pondok pukul 15.00 WIB.

Kedua, disiplin asrama. Santri langsung diarahkan untuk menurunkan barang bawaan secara mandiri dan menempatkannya di rayon (asrama) yang telah ditentukan. Ketiga, makan bersama. Para santri baru berkumpul di aula untuk menikmati jamuan makan bersama jajaran guru dan pengasuh.

Keempat, taujihat (pesan pimpinan). Acara inti berupa penyampaian motivasi dan orientasi pondok oleh pimpinan dan jajaran direktur. “Akhirnya menyelesaikan administrasi akademik berupa penyerahan buku paket pelajaran dan jadwal kegiatan harian sebagai tanda dimulainya jihad ilmiah. (Herman/Sayed M. Husen)

Exit mobile version