Kabarnanggroe.com, Banda Aceh — Lembaga AMANAH resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kota Banda Aceh untuk memperkuat pengembangan ekonomi kreatif dan mencetak generasi muda yang berdaya saing global.
Kesepakatan ini tercapai dalam pertemuan pada 9 April 2026 di Pendopo Wali Kota yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal. Delegasi AMANAH dipimpin oleh Dr. Syaifullah Muhammad, didampingi Dr. Iskandar Madjid dan Dr. Safwan Nurdin.
Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan program *Banda Aceh Akademi, yang menitikberatkan pada pembangunan *entrepreneurial mindset, peningkatan keterampilan, serta sertifikasi kompetensi bagi generasi muda.
Sebagai tindak lanjut, pada 10 April 2026 Wali Kota Banda Aceh mengunjungi fasilitas AMANAH di Krueng Raya untuk meninjau langsung kesiapan infrastruktur. Gedung AMANAH dinilai memiliki fasilitas lengkap, mulai dari studio kreatif, laboratorium minyak nilam, greenhouse, hingga ruang edukasi.
“Fasilitas ini menjadi ruang nyata bagi anak muda untuk berkembang dan berinovasi,” ujar Illiza.
Kerja sama ini dirancang menyeluruh, mencakup peningkatan kapasitas SDM hingga penciptaan peluang usaha berbasis potensi lokal, dengan melibatkan berbagai perangkat daerah melalui pendekatan terintegrasi.
Salah satu fokus utama adalah pengembangan Banda Aceh sebagai *kota parfum berbasis nilam*, melalui program penanaman nilam di tingkat gampong yang terintegrasi dengan kewirausahaan dan pengelolaan lingkungan.
Selain itu, kolaborasi ini juga mendorong penguatan industri kreatif berbasis budaya, seperti tenun dan kasab Aceh, termasuk upaya menuju pengakuan internasional melalui UNESCO.
Sejumlah agenda lanjutan telah disiapkan, antara lain forum nasional, seminar internasional bersama Tsunami and Disaster Mitigation Research Center, program magang, serta pengembangan startup digital.
Ke depan, kerja sama ini akan diformalkan melalui penandatanganan MoU sebagai langkah percepatan transformasi ekonomi kreatif di Aceh menuju ekosistem yang inovatif dan berdaya saing global. (Herman/Heri Ulka)
