Daerah  

Selama Ramadhan Kolam Mata Ie Kembali Alami Kekeringan

Penampakan kolam Pemandian Mata Ie Aceh Besar yang mengalami kekeringan, Aceh Besar, Daru Imarah, Selasa (11/4/2023) FOTO/ DJ88

Kabarnanggroe.com, Kota Jantho–Akibat kemarau melanda selama bulan ramadhan, kolam Mata Ie yang terletak di Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar kembali kering lagi. Kolam Mata Ie merupakan salah satu sumber penyuplai air bersih untuk beberapa Kecamatan di Aceh Besar, yaitu Kecamatan Darul Imarah, Darul Kamal dan juga Peukan Bada.

Pantauan Kabarnanggroe.com, dua kolam besar yang terletak di lokasi pemandian di Mata Ie itu tidak lagi dialiri air. Di beberapa sudut kolam masih terdapat air yang menggenang namun tidak banyak.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Teknik PDAM Tirta Mountala, Salman mengatakan, kekeringan Kolam Mata Ie merupakan kemarau pertama ditahun 2023 ini. Kekeringan kolam Mata Ie memang bukan yang pertama kali. Dalam beberapa tahun mulai 2017-2019 dan 2023 seperti yang terjadi saat ini, kolam pemandian tersebut sudah beberapa kali mengalami kekeringan.

“Cuaca selama bulan ramadhan kembali panas setelah sempat diguyur hujan dalam dua hari lalu meski tidak merata,” kata Salman kepada pewarta Kabarnanggroe.com,  Selasa (11/04/2023).

Lanjutnya, saat ini dari enam pompa yang ada, hanya tiga pompa yang bisa dihidupkan untuk mensuplai air bersih untuk kawasan Mata Ie. produksi turun 30 % dari biasa atau normalnya 190 lps tinggal 135 lps ini akan berpengaruh terhadap kontinuitas aliran kepelanggan yang bersumber dari Water Treatment Plan / WTP Mata ie Aceh Besar

Dengan kondisi kemarau yang menyebabkan pasokan air bersih kepada pelanggan jadi macet, kondisi ini tidak akan teratasi jika memang sumber air di Mata Ie mengalami kekeringan. Saat ini kita hanya bergantung pada hujan.
“Insya Allah dan berdoa mudah-mudahan turun hujan dalam beberapa hari ini,” terangnya.

Sementara itu, salah satu pelanggan air PDAM Tirta Mountala Muhammad, ia menyampaikan debit air di rumahnya sudah mengecil dan lambat keluar air samanya.

“Dirumah, air keluar sudah mulai mengecil, bahkan sangat lambat keluar dari kerannya. Jadi, kami sekarang tidak bisa lagi menghidupkan keran air. Padahal, sebelumnya bisa, apalagi keperluan lagi air sangat banyak, buat masak dan nyuci. Maka, Pemerintah harus mencari solusi supaya cepat di tangani,” pungkasnya (Dj)

Exit mobile version