Bupati Aceh Besar Tinjau Seleksi Guru Beut Bak Sikula

*Target Penuhi 457 Kebutuhan Pengajar

Bupati Aceh Besar H Muharram Idris (Syech Muharram), meninjau proses seleksi guru beut bak sikula, di Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (12/2/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Kabarnanggroe.com, KOTA JANTHO – Bupati Aceh Besar H Muharram Idris yang akrab disapa Syech Muharram meninjau langsung pelaksanaan seleksi guru Beut Bak Sikula yang digelar di Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (12/2/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Bupati memastikan proses seleksi berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar guna menghadirkan tenaga pengajar yang berkualitas di sekolah-sekolah.

“Alhamdulillah, hari ini kita melanjutkan seleksi guru Beut Kitab Bak Sikula. Ini hari pertama setelah dua hari lalu kita melakukan seleksi guru SPT dan guru diniyah yang lama,” ujar Syech Muharram.

Bupati Aceh Besar menjelaskan, para peserta seleksi diuji kemampuan membaca kitab, menulis Arab Jawi, membaca Al-Qur’an, serta kemampuan menyampaikan isi kitab kepada siswa. Menurutnya, kompetensi tersebut menjadi syarat utama bagi calon guru yang akan mengajar di sekolah.

“Hari ini kita sudah lakukan seleksi terhadap sekitar 150 peserta dari delapan kecamatan. Ini kita laksanakan di bawah kawalan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar secara menyeluruh,” katanya.

Syech Muharram menyebutkan, program percontohan Beut Bak Sikula saat ini telah melibatkan 124 guru yang telah dinyatakan lulus dan sudah mengajar. Namun secara keseluruhan, kebutuhan guru untuk program tersebut di Aceh Besar mencapai 457 orang yang tersebar di berbagai kecamatan.

“Artinya masih ada sekitar 333 guru lagi yang harus kita seleksi. Mungkin akan berjalan dalam beberapa hari ke depan. Kita ingin guru-guru terbaik yang terpilih agar mampu melahirkan anak didik terbaik pula dalam program Beut Bak Sikula,” tegasnya.

Menurutnya, kebutuhan guru di setiap sekolah bergantung pada jumlah ruangan belajar (rombel). Dalam satu sekolah dengan enam rombel, misalnya, hanya dibutuhkan dua guru karena sistem pengajaran dilakukan tiga hari dalam seminggu dan ditempatkan pada jam pertama atau kedua agar siswa lebih fokus.

“Tidak semua sekolah sama, semua tergantung rombel. Mereka masuk tiga hari dalam seminggu di jam awal supaya anak-anak lebih fresh,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Besar, Rahmawati SPd MSi mengatakan total kebutuhan guru Beut Bak Sikula untuk jenjang SD dan SMP mencapai 457 orang.

“Yang sudah lulus seleksi tahap awal ada 124 orang. Kemudian dari guru SPT yang sudah kita seleksi ada 52 orang. Hari ini kita lanjutkan seleksi untuk sisa 281 orang lagi,” ujarnya.

Rahmawati mengungkapkan, jumlah pendaftar yang mengikuti pembinaan hingga malam sebelumnya mencapai sekitar 500 orang, sehingga diperlukan proses seleksi yang ketat.

“Pak Bupati sangat berharap program Beut Bak Sikula ini benar-benar dilaksanakan oleh guru-guru yang berkualitas, terutama dari alumni-alumni dayah. Salah satu dasar seleksi hari ini adalah adanya rekomendasi dari dayah tempat mereka mondok, sehingga dayah tersebut benar-benar mengirimkan guru terbaiknya untuk mengajar di SD maupun SMP,” pungkasnya.(Herman/*)

Exit mobile version