Daerah  

Jelang HUT ke-78 RI, Penjual Bendera Merah Putih Masih Sepi Pembeli

Cek Ki sedang merapikan bendera merah puti yang dijajakan di kawasan Jalan Muhammad Jam, Banda Aceh, Jumat (11/08/2023) FOTO/BEDU SAINI

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Seminggu menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Republik Indonesia yang jatuh pada hari Kamis 17 Agustus 2023, para pedagang musiman sudah mulai menjajakan bendera merah putih serta umbul-umbul disepanjang protokol di Banda Aceh seperti jalan Tgk H M Daud Beureueh, Jalan Teuku Nyak Arief, Jalan Teuku Umar dan jalan Muhammad Jam. Namun hingga saat ini minat masyarakat untuk membeli masih sepi.

Para pedagang bendera merah putih pun berlomba-lomba menjajakan bendera di sejumlah titik di pinggir jalan dan menargetkan masyarakat pengendara yang kebetulan melintas.

Salah satu pedagang bendera di Jalan Muhammad Jam, Cek Ki (50) mengakui penjualan bendera merah putih sejak awal bulan Juli kemarin sampai saat ini masih sepi dari pembeli.

“Pembelinya sepi sekali, tidak seperti tahun-tahun kemarin. Bila di tahun 2022 lalu banyak pembelinya, ada pejabat kantor yang memborong, tapi pada HUT ke-78 RI tahun 2023 daya belinya sangat kurang, bukan kurang lagi, emang betul-betul sepi,” ujarnya kepada pewarta posaceh.com, saat dijumpai di Lapak Dagangannya, di Banda Aceh, Jumat (11/08/2023).

Juanda (27) salah satu pedagang bendera musiman di Jalan Tgk H M Daud Beureueh sedang melayani pembeli, Banda Aceh, Jumat (11/08/2023) FOTO/BEDU SAINI

Lebih lanjut, Cek Ki menjelaskan, untuk Bendera Merah Putih yang paling kecil harganya sekitar 10 ribu rupiah, ada yang dihargai 50 ribu rupiah, hingga dijual dengan harga 100 ribu rupiah.

“Untuk harganya tergantung besar kecil ukuran bendera, seperti umbul-umbul ada yang harga Rp 100 hingga 350 ribu,” jelasnya

Ia mengaku, sudah hampir 5 tahun menjadi pedagang bendera merah putih musiman. Menurutnya tahun ini sangat berbeda, karena biasanya seminggu sebelum perayaan HUT RI pembeli mulai meningkat, tapi ini tidak.

“Bila, di tahun lalu jika sudah memasuki hari keempat dan kelima atau memasuki sepekan berjualan, sudah bisa dapat omset Rp 5 sampai Rp 7 juta. Tapi, di tahun 2023, susah sekali, karena faktor ekonomi masyarakat yang lemah selama ini,” ujar pria berusia 50 tahun ini.

Hal senanda juga akui salah satu pedagang di Jalan Daud Beureueh, Juanda (27), daya beli bendera sangat jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Karena, pejabat di Kantor dan masyarakat masih menggunakan bendera dan umbul-umbul punya tahun lalu yang sudah usang.

“Itulah yang menyebabkan sepi, padahal ini momentum memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia, tapi masih menggunakan bendera usang,” ujarnya

Ia mengungkapkan, dirinya berjualan bendera di Kota Banda Aceh tempatnya di jalan Daud Beureueh sejak tahun 2019.

“Saya setiap tahun berjualan disini, jadi sudah bisa membuat perbedaan dari tahun ke tahun, bahkan semua pedagang mengakui, di tahun 2023 cukup menurun dan sangat terasa,” ungkapnya (Dj)

Editor: Cek Man
Exit mobile version