Ramadhan Qur’anic Camp IX Dayah Insan Qurani Aceh Besar Lahirkan 16 Hafizh 30 Juz

Kabarnanggroe.com, Aceh Besar – Sebanyak 16 santri Dayah Insan Qur’ani (IQ) Aceh Besar berhasil mengkhatamkan hafalan 30 juz Al-Qur’an dalam program Ramadhan Qur’anic Camp IX tahun 1447 H/2026 M.

Program yang berlangsung di kompleks Dayah Insan Qur’ani tersebut digelar selama 15 hari, mulai 23 Februari hingga 10 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 400 santri, terdiri dari 160 santri putra dan 240 santri putri.

Para santri yang berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz ditakrim pada penutupan kegiatan oleh Pimpinan Dayah Insan Qur’ani, Ust. Muzakkir Zulkifli, S.Ag.

Pada kesempatan tersebut, sejumlah santri juga menerima penghargaan setelah dinyatakan lulus dalam uji hafalan yang dilaksanakan oleh tim tahfizh dayah.

Selain para santri yang khatam 30 juz, sebanyak lima santri yang lulus uji hafalan minimal 10 juz juga memperoleh hadiah uang tunai sebesar Rp1 juta dari pihak dayah. Mereka adalah Muhammad Amin, Syafiq Akmal, Wafi El Ahdi, Fayruz Aslam Hamid, dan Habiburrahman.

Sementara itu, para santri yang berhasil khatam dalam daurah tahun ini juga diwajibkan mengikuti tes hafalan minimal 7,5 juz sebagai bentuk verifikasi kualitas hafalan sebelum menerima bingkisan penghargaan dari pihak dayah.

Dalam program tahun ini juga diumumkan peserta dengan capaian hafalan terbanyak. Habiburrahman menjadi santri dengan tambahan hafalan tertinggi dari kalangan santriwan dengan capaian 16,5 juz, sedangkan dari santriwati diraih Kaisya Syahira Rifqa dengan tambahan hafalan 7,5 juz selama masa daurah.

Pimpinan Dayah IQ, Ust. H. Muzakkir Zulkifli, S. Ag, menyampaikan bahwa selama daurah berlangsung proses setoran hafalan dibimbing langsung oleh para musyrif halaqah di bawah pengawasan Bidang Tahfizh Dayah Insan Qur’ani.

“Alhamdulillah, dengan konsentrasi penuh serta lingkungan yang kondusif selama karantina Ramadhan, para santri mampu menyelesaikan hafalan dan telah menyetorkannya kepada para musyrif,” ujar Ust Muzakkir, saat menutup kegiatan di Masjid Kompleks Dayah Insan Qur’ani, Selasa (10/3).

Ia menjelaskan, sebagian santri telah memiliki hafalan beberapa juz sebelum mengikuti daurah. Hafalan tersebut kemudian disempurnakan hingga mencapai 30 juz selama masa karantina.

Muzakkir juga menegaskan bahwa program karantina tahfizh Ramadhan merupakan sarana efektif bagi santri untuk mencapai target hafalan Al-Qur’an. Menurutnya, suasana karantina yang kondusif membuat santri lebih fokus menambah hafalan sekaligus memperkuat murajaah.

“Program karantina ini sangat membantu santri mencapai target hafalan. Namun, para santri juga perlu berinovasi dalam metode menghafal dan murajaah agar hafalan yang diperoleh dapat dijaga dengan baik,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar para santri tidak hanya berfokus pada penambahan hafalan, tetapi juga terus memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur’an.

“Jangan hanya fokus menambah hafalan, tetapi berusahalah selalu memperbaiki bacaan. Karena kualitas bacaan juga menjadi bagian penting dalam menjaga kemurnian Al-Qur’an,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan mengkhatamkan hafalan 30 juz pada bulan Ramadhan bukanlah akhir dari perjalanan seorang penghafal Al-Qur’an.

“Santri yang sudah khatam bukan berarti selesai. Justru setelah itu mereka harus terus menjaga hafalan dengan murajaah yang istiqamah,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan para guru pembimbing agar tidak hanya berfokus pada kesalahan santri, tetapi turut memperkuat sistem pembinaan agar proses tahfizh berjalan lebih efektif.

Selain itu, para santri diharapkan mampu mencerminkan akhlak penghafal Al-Qur’an serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan sampai Al-Qur’an menjadi alasan kita dilaknat, tetapi jadikan ia sebagai syafaat bagi kita,” pesannya.

Kepada para santri yang telah khatam, ia menyarankan agar mereka menemukan metode murajaah yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.

“Setiap santri memiliki kemampuan yang berbeda. Karena itu penting bagi mereka menemukan metode yang tepat untuk menjaga dan meningkatkan hafalan,” tambahnya.

Sementara bagi santri yang belum mencapai target khatam, ia mendorong agar tetap menjadikan khatam 30 juz sebagai tujuan yang harus diraih.

“Program karantina ini sangat membantu dalam menambah hafalan. Dengan demikian, pada hari-hari biasa para santri dapat lebih fokus pada program lain seperti bahasa, sains, dan pengembangan diri,” tutupnya.

Sebagai informasi, program daurah Tahfizh Ramadhan ini merupakan agenda rutin tahunan Dayah Insan Qur’ani yang diselenggarakan setiap bulan Ramadhan sejak 2017.

Hingga saat ini, Dayah Insan Qur’ani telah melahirkan 249 hafizh dan hafizhah yang kini berkiprah di berbagai bidang.

Berikut nama santri Dayah Insan Qur’ani yang khatam hafalan 30 juz Al-Qur’an pada Ramadhan Qur’anic Camp IX 1447 H/2026 M:

1. Habiburrahman
2. ⁠Muhammad Rezeky Ramadhan
3. ⁠Aulia Septian Ramadhan
4. ⁠Muhammad Khatamil Walad
5. ⁠Muhammad Farel
6. ⁠Muhammad Rahid Alfarisyi
7. ⁠Arifa Tazkiyya
8. ⁠Balya Al Biruni
9. ⁠Zayyan Faiq Khaida
10. ⁠Dzaki Insan Kamil
11. ⁠Rezka Thahira
12. ⁠Arisa Anjuniani
13. ⁠Nailah Rihadatul Aisyi
14. ⁠Kayza Izzatil Afrah
15. ⁠Maryam Thahara Meutuah
16. ⁠Kaisya Syahira Rifqa.
[]

Exit mobile version