Kabarnanggroe.com, Tapak Tuan — Pesantren Markaz Ulumul Qur’an (MUQ) Aceh Selatan menjalin kerja sama dengan Nurul Ikhwah Learning Centre (NILC) sebagai mediator pendidikan ke Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, guna melangkah visioner dalam mempersiapkan santri dan alumni menembus perguruan tinggi internasional, khususnya di Timur Tengah.
Pasca terbitnya izin operasional perdana dari Kementerian Agama RI pada tahun 2024, MUQ Aceh Selatan langsung melakukan percepatan pembenahan administrasi dan kelembagaan. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan diraihnya Akreditasi B dari Dinas Pendidikan Dayah Aceh berdasarkan SK Gubernur Aceh Nomor 400.8/1288/2025.
Direktur MUQ Aceh Selatan, Tgk Dr (Cand) Muhammad Ridho Agung SPd MAg, menyebut capaian tersebut sebagai titik balik penting setelah lebih dari satu dekade pesantren menghadapi keterbatasan administratif.
“Percepatan ini kami lakukan agar pesantren terbebas dari belenggu administrasi dan dapat lebih fokus membangun kualitas pendidikan, fasilitas, serta jejaring strategis,” ujar Tgk Muhammad Ridho Agung dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/2/2026).
Sebagai bagian dari upaya internasionalisasi santri, MUQ Aceh Selatan pada tahun lalu juga sukses menjadi tuan rumah Program Education International Expo, yang menghadirkan mahasiswa dari Timur Tengah dan Eropa. Kegiatan tersebut membuka wawasan santri untuk mempersiapkan diri menempuh pendidikan global dengan modal utama hafalan Al-Qur’an.
Memasuki awal tahun 2026, langkah konkret kembali dilakukan dengan membangun kerja sama strategis bersama Nurul Ikhwah Learning Centre (NILC) sebagai mediator pendidikan ke Timur Tengah, khususnya Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.
Pada Senin, 9 Februari 2026 M bertepatan dengan 21 Sya’ban 1447 H, pimpinan Pesantren MUQ Aceh Selatan melakukan silaturahmi ke Kota Meulaboh. Rombongan dipimpin langsung oleh Tgk. Dr. (Cand) Muhammad Ridho Agung, didampingi Kepala Pengajaran dan Kurikulum Tahfidz Ust. Muhammad Ragil Ichfa, Lc., Kepala Pengasuhan Asrama Ust. Rosul Pilihan Daulay, M.Pd, serta sejumlah santri. Mereka disambut oleh Pimpinan NILC, Ust. H. Surianto Sudirman, Lc., M.A.
NILC dikenal sebagai lembaga pembinaan yang telah meloloskan puluhan santri Aceh ke Universitas Al-Azhar Kairo dari tahun ke tahun, dengan puncaknya sebanyak 21 santri pada tahun 2025. Program NILC mencakup pengajaran bahasa Arab, bimbingan tahdid mustawa, persiapan administrasi seleksi, hingga pendampingan selama masa perkuliahan.
Direktur MUQ Aceh Selatan menegaskan bahwa santri penghafal Al-Qur’an 30 juz memiliki modal besar untuk bersaing di tingkat internasional. “Santri dan alumni MUQ Aceh Selatan sebenarnya sudah sangat siap secara kompetensi Al-Qur’an. Yang selama ini kurang adalah mediator yang tepat. Melalui kerja sama ini, kami ingin mengetahui persiapan apa saja yang harus dilakukan sejak dini agar kurikulum pesantren semakin matang,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia, khususnya penambahan tenaga musyrifah bahasa Arab di lingkungan pesantren.
Sementara itu, Pimpinan NILC, Ust H Surianto Sudirman, menyambut baik silaturahmi dan rencana kerja sama tersebut. “Berangkat dari pengalaman sulitnya akses pelajar ke Universitas Al-Azhar, NILC hadir untuk memudahkan putra-putri lulusan pesantren dan sekolah umum agar dapat melanjutkan studi ke Al-Azhar Kairo, Mesir. Insya Allah kami siap mendampingi,” ungkapnya.
Kerja sama antara MUQ Aceh Selatan dan NILC tersebut diharapkan menjadi ikhtiar bersama dalam melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang berkiprah di kampus-kampus Islam tertua dunia, serta membawa kontribusi peradaban Islam dari Aceh Selatan untuk dunia.
Upaya tersebut juga tidak terlepas dari dukungan orang tua santri, para guru, yayasan, serta pemerintah setempat yang terus mendorong kemajuan pendidikan dayah di Aceh Selatan.(Wahyu/*)
