Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Serambi Mekkah (USM) menggelar sidang yudisium sarjana Tahun Akademik 2025/2026 dengan mengusung tema “Transformasi Diri dalam Membangun Bangsa”, di Aula Universitas Serambi Mekkah, Batoh, Kota Banda Aceh, Kamis (9/4/2026).
Sidang Yudisium yang dibuka oleh Ketua Senat, Dr Ibrahim MPd tersebut, diikuti oleh 41 mahasiswa dari berbagai program studi, di antaranya 7 mahasiswa PGSD, 14 Penjaskesrek, 6 Bahasa Indonesia, 4 Bahasa Inggris, 5 Sejarah, 2 Biologi, dan 3 Fisika.
Pada kesempatan itu, Rektor USM Dr Abdurahman SH Sp N menegaskan, lulusan FKIP memiliki tanggung jawab besar sebagai pendidik dan agen perubahan.
“Lulusan FKIP tidak hanya dituntut menjadi pengajar, tetapi juga pendidik sejati yang mampu mentransformasikan nilai, ilmu, dan karakter kepada generasi bangsa. Kita berada di garis depan dalam membentuk masa depan Indonesia,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya semangat belajar sepanjang hayat di tengah perkembangan global yang dinamis.
“Dunia terus berubah, ilmu pengetahuan berkembang pesat, dan tantangan semakin kompleks. Karena itu, kita harus terus beradaptasi, meningkatkan kompetensi, serta terbuka terhadap inovasi dan teknologi,” imbuhnya.
Sementara itu, Dekan FKIP USM, Azwir SPd MPd mengatakan, pelaksanaan yudisium tersebut merupakan momen penting bagi mahasiswa untuk memulai transformasi diri sebagai pendidik.
“Tema yang kita angkat hari ini bukan sekadar slogan, melainkan panggilan moral dan intelektual. Transformasi diri adalah proses perubahan yang sadar, terencana, dan berkelanjutan dalam cara berpikir, bersikap, dan bertindak,” ucapnya.
Ia menambahkan, dalam dunia pendidikan, transformasi diri menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara emosional, sosial, dan spiritual.
Di sisi lain, orasi ilmiah turut disampaikan oleh Wakil Rektor IV, Dr Jalaluddin MPd. Ia menekankan pentingnya pembangunan karakter dalam membangun bangsa.
“Bangsa yang besar bukan hanya dibangun oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh integritas, kejujuran, tanggung jawab, dan semangat gotong royong. Nilai-nilai inilah yang harus kita tanamkan,” ungkapnya.
Ia juga mengajak para lulusan menjadikan momen yudisium sebagai titik awal perubahan diri yang nyata.
“Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil, dan langkah kecil itu dimulai dari diri kita sendiri. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi berkah dan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.(Wahyu/*)
