Wisata  

Mau Mandi Air Panas Bersamaan Arung Jeram, Kunjungi Saja Pemandian Air Panas Kaloy

Objek wisata pemandian Air Panas Kaloy, Kabupaten Aceh Tamiang. FOTO/SCREENSHOT

Kuala Simpang – Bagi warga Aceh atau juga luar provinsi dapat mencoba adu nyali arung jeram di objek wisata pemandian Air Panas Kaloy di Kabupaten Aceh Tamiang saat musibah tidak sedang terjadi atau alam kondisi deru air masih aman untuk berenang atau juga arung jeram.

Wisata pemandian air panas ini telah dilengkapi fasilitas arung jeram sebagai objek wisata alam non-vulkanik yang terletak di Desa Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Lokasi objek wisata ini berjarak sekitar 2 jam perjalanan dari pusat kota Kuala Simpang, atau sekitar 15 km dari pusat kota “Pulo Tiga”. Keunikannya dari air panas di sini berasal dari sumber air panas alami yang unik karena wilayah Aceh Tamiang sendiri bukan daerah vulkanik, menjadikannya daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Suasana tempat ini dikenal dengan suasana alamnya yang masih asri, cocok untuk liburan keluarga atau piknik dan fasilitas yang tersedia masih tergolong sederhana, meliputi kios UMKM lokal dan lainnya. Terletak di sudut Kecamatan Tamiang Hulu, objek wisata Pemandian Air Panas Kaloy menyimpan sejuta pesona dengan keindahan alam yang luar biasa.

Objek wisata pemandian air panas di Kampung Kaloy, ini mulai dikembangkan berkisar tahun 2023 lalu, dan sudah mulai ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal dan luar daerah seperti dari Kota Langsa dan Sumatera Utara.

Wisata ini juga diresmikan oleh Bupati Aceh Tamiang yang saat itu masih dijabat Dr. Drs.Meurah Budiman,SH,MH, yang juga menyanyikan arum jeram Baraka yang dikelola oleh warga kampung setempat. Adanya objek wisata tersebut tentunya dapat membuka lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Tentu, masyarakat Aceh Tamiang dan luar Aceh Tamiang merasa penasaran dengan hadirnya objek wisata pemandian air panas tersebut, terlebih di tengah lingkungan alam yang masih alami. Terdapat beberapa fasilitas sederhana, seperti toilet dan ruang ganti, tersedia untuk kenyamanan pengunjung.

Peserta arung jeram di objek wisata pemandian Air Panas Kaloy, Kabupaten Aceh Tamiang. FOTO/SCREENSHOT

Ditambah lagi sekitar lokasi, pedagang lokal menjajakan makanan dan minuman, menambah nuansa keramahan khas masyarakat setempat. Pemandian Air Panas Kaloy menawarkan pengalaman unik berupa kolam-kolam alami dengan air hangat,l ubang-lubang di pinggir sungai mengeluarkan mata air hangat, menciptakan kolam alami yang nyaman untuk berendam.

Tidak hanya menawarkan kolam air panas, pemandian air panas Kaloy juga menjadi surga bagi pencinta olahraga arung jeram. Arus sungai yang deras, dipadu dengan bebatuan besar di tengah hutan, menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang berani mencoba.

Sementara itu, di balik rimbun pepohonan, aliran Pemandian Air Panas Kaloy muncul alami dari sela bebatuan yang menepi di bantaran sungai, menghadirkan suasana yang membuat pengunjung serasa berada di lembah tropis yang masih perawan.

Fenomena kemunculan air panas di Kaloy menjadi daya tarik tersendiri, pasalnya, wilayah ini berada di zona non-vulkanik, sehingga keberadaan mata air hangat tersebut dianggap langka dan layak dikembangkan sebagai objek wisata edukasi dan kesehatan.

Para ahli kerap menjelaskan sebagian besar pemandian air panas terbentuk akibat aktivitas magma dangkal, namun, beberapa sumber air lainnya muncul karena proses geologi berbeda, panas bumi yang terperangkap jauh di bawah permukaan tanah, tanpa keterkaitan dengan gunung berapi.

Di Kaloy, cerita itu terasa nyata. Aliran air hangat yang kaya belerang berpadu dengan kolam alami di sisi sungai, sementara pemandangan hutan tropis dan suara gemericik air memperkuat kesan damai bagi setiap pengunjung. Ketenangan itulah yang membuat tempat ini mulai dilirik sebagai destinasi alternatif bagi wisatawan yang mencari suasana alam murni.

Lokasinya berjarak sekitar 75 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang. Perjalanan menuju Kaloy memakan waktu hampir dua jam menggunakan kendaraan pribadi. Meski akses jalan masih perlu perhatian, pemandangan sepanjang rute—dari perkampungan hingga kawasan perbukitan—sering kali menjadi alasan wisatawan tak keberatan menempuh perjalanan jauh.

Tak hanya menawarkan pengalaman berendam, kawasan ini juga memberi kesempatan bagi pencinta petualangan. Warga setempat mengelola wahana arung jeram di Sungai Kaloy yang hulunya berasal dari daerah Lesten, Aceh Tenggara.

Arus yang deras dan rute sungai yang dinamis menjadikan Kaloy semakin potensial sebagai lokasi wisata minat khusus yang belakangan ini digemari, terutama oleh anak muda yang mencari tantangan dan panorama alam sekaligus.

Dengan keunikannya sebagai sumber air panas non-vulkanik, ditambah potensi arung jeram dan lanskapnya yang kuat untuk wisata alam, Kaloy perlahan menunjukkan bahwa Aceh Tamiang punya banyak cerita yang belum terangkat ke permukaan.(Adv)

Exit mobile version