Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Ketua Asosiasi pengawas sekolah Indonesia (APSI) meminta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten (Dsidikbud) Aceh Besar yang baru dilantik untuk bisa memperkuat sinergitas antara Dinas dan Pengawas. Karena pengawas merupakan ujung tombak yang berada langsung dilapangan dalam mengelola Pendidikan.
“Selama beberapa tahun ini belum terakomodir dengan baik antara Dinas dan Pengawas sekolah, misalnya dalam penunjukan Kepala Sekolah atau pada saat merekrut yang baru, jadi kondisi pengawas saat ini masih sangat kurang, rasionya belum terpenuhi dengan benar, terutama di tingkat Sekolah Dasar dan Taman Kanak-Kanak,” hal itu dikatakan Ketua APSI Aceh Besar Drs Marzuki MPd pada pertemuan perdana dengan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Bahrul Jamil SSos MSi, di Kantor Sekretariat pengawas Sekolah di Kecamatan Suka Makmur, Aceh Besar, Selasa (07/11/2023).
Kemudian, menurutnya, pengawas sebagai ujung tombak dilapangan yang relatif lebih mengatahui tentang persoalan baik itu orang maupun guru.
“Maka, besar harapan kami untuk kedepan waktu mengangkat, menunjuk kepala sekolah, bisa lah betul-betul memperhatikan rekomendasi dari pengawas, karena itu sesui dengan prosedurnya menurut Undang-Undang, tapi selama ini tidak terakomodir dengan baik,” pintanya.
Ia menyebutkan, pihak APSI sangat memahami terkait campur tangan dan keterlibatan bias-bias dari politik dalam merekrut dan penunjukan kepala sekolah tanpa melibat pengawas. Menurutnya, bila ada keterlibatan bias-bias politik itu bisa diakamodir 10-20 % saja.
“Tapi, kami berharap 80 % harus berjalan secara prosedur dan sesuai Undang-Undang yang berlaku dan itu harus menjadi perhatian, jangan sampai nanti kebalikan, bahkan bukan 10 atau 20% lagi, kadang sudah 100 % mengakamodir oleh politik dan itu sudah tidak wajar, karena sangat sayang pendidikan kita bila itu terjadi,” sebut Marzuki.
Kemudian, kemajuan satu sekolah itu tergantung dari kepala sekolah, karena kepala sekolah sangat menentukan sebuah kemajuan sekolah tersebut.
“Jadi, pada saat menunjukkan kepala sekolah harus benar-benar yang layak, contohnya si A layak di sekolah yang unggul dan si B layaknya masih di sekolah biasa, jangan dipaksakan bila tidak mampu,” ujarnya.
Ia berharap, dengan kehadiran Kadis yang baru, untuk kedepan dinas pendidikan ini lebih maju dan mampu mengubah pola lama ke arah yang lebih baik lagi.
“Kami semua sangat senang dengan kehadiran Kadis baru, otomatis caranya kerja akan lebih bagus dan kami sangat yakin dibawah kepemimpinan Bahrul Jamil dunia pedidikan di Aceh Besar akan lebih terangkat dan bisa dibanggakan pada dunia,” ungkap Marzuki selaku ketua APSI Aceh Besar. (Dj)
