Kabarnanggroe.com, Pidie – Tuan rumah Musabaqah Tunas Ramadhan (MTR) Aceh XXII yang berlangsung pada 3 hingga 6 April 2023 di Kabupaten Pidie gagal meraih juara umum. Tim Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Pidie terpaksa puas di posisi kedua.
Kwarcab Banda Aceh berhasil mempertahankan juara umum MTR lima kali secara berturut-turut dari 2019-2023. Pengumuman juara dibacakan Koordinator Dewan Hakim Baharuddin, pada malam penutupan di Pidie Convention Center, Kamis (6/4/2023) malam.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pidie Idhami mengatakan, dengan berakhirnya pelaksanaan MTR tahun ini masyarakat Aceh khususnya Pidie harus mampu mengaplikasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran dalam setiap gerak dan langkah.
“Terimakasih kepada panitia. Selamat kepada para juara MTR Aceh XXII tahun ini, yang belum berhasil terus berlatih untuk meraih keberhasilan pada MTR tahun berikutnya, dan pada kesempatan lainnya,” kata Idhami dalam sambutan mewakili Pj Bupati Pidie.
Adapun enam anggota pramuka yang mendapatkan bonus ibadah umrah, masing-masing tiga dari penegak putra, tiga dari penegak putri. Zamil Ghifari dari Banda Aceh, juara satu Tilawatil Quran Putra.Muhammad Fikri dari Bireuen, juara satu Khattil Quran putra Riadhil Jannatul Firdaus dari Banda Aceh, juara satu Tahfizh Quran putra. Syifa Ruchina dari Banda Aceh, juara satu Tilawatil Quran. Fikra Adila dari Aceh Utara, juara satu Khattil Quran putri. Lathifatul Yusra dari Aceh Jaya, dan Juara satu Tahfizh Quran putri.
Sebagaimana diketahui, perlombaan tingkat provinsi ini diikuti oleh 20 Kwarcab dengan jumlah 673 peserta, kecuali tiga daerah yang tidak mengikutsertakan kontingennya, yaitu Aceh Besar, Gayo lues, dan Aceh Tenggara.
Ketua panitia MTR Aceh XXII, Yusmadi yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pidie mengatakan, kegiatan yang berlangsung empat hari tersebut dibiayai oleh Pemerintah Aceh, sedangkan pemerintah setempat hanya menganggarkan biaya sebesar Rp200 juta melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pidie.(Hrs)
