Kabarnanggroe.com, Sigli – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pidie minta Aparatur Sipil Negara (ASN) secara sukarela mendonorkan darah mereka. Pasalnya, ketersediaan darah sudah menipis, akibat banyaknya permintaan dari rumah sakit dan pasien, Jumat, (5/5/2023).
Pihaknya meminta kepada ASN supaya bisa mendonorkan darahnya, untuk keperluan masyarakat yang membutuh darah dari golongan A+, B+, O dan AB, bahkan stok darah di PMI sangat minim, bukan tidak memiliki stok.
Kordinator Unit Mobil Donor Darah (UMDD) PMI kabupaten Pidie, Muhammad Zidan mengatakan, saat ini kebutuhan darah untuk rumah sakit dan pasien dalam sehari mencapai 15- 20 kantong darah sementara yang mendonorkan hanya mencapai 5-7 Kantong dalam sehari.
“Saat ini kebutuhan darah yang paling banyak dibutuhkan oleh pasien di Pidie yakni golongan darah O. Sementara golongan darah A+, B+ dan AB masih bisa teratasi meskipun stoknya sering menipis,” kata Muhammad Zidan.
Kemudian Zidan berharap semua unsur terutama ASN dan masyarakat untuk aktif berkontribusi melakukan donor darah agar kebutuhan darah di sejumlah rumah sakit bisa tertangani dan bisa membantu misi kemanusiaan, agar semua pasien bisa tertolong dan stok darah tetap aman.
“Kita minta kepada Pemerintah daerah untuk kembali melakukan program donor darah bagi ASN, agar terbantu PMI Pidie untuk memenuhi permintaan darah di sejumlah rumah sakit,” ujarnya.
Muhammad Zidan menjelaskan, sediakan dulu ada program donor darah bagi ASN, tetapi sekarang sudah tidak jalan lagi. Kalau itu masih dilakukan maka stok darah di PMI sangat terbantu, ia menghimbau kepada ASN dan masyarakat yang ingin mendonorkan darah, bisa mendatangi Markas PMI kabupaten Pidie.
“Bagi warga dan ASN yang ingin mendonorkan darahnya, bisa datang langsung ke Markas PMI Kabupaten Pidie untuk membatu masyarakat yang mau datang langsung dan secara sukarela mendonorkan darahnya,” tutupnya.
