Kabarnanggroe.com, Dalam kehidupan masyarakat, tidak semua pemimpin lahir dari keluarga berada atau memiliki garis keturunan politik. Sebagian justru tumbuh dari keterbatasan, ditempa oleh kerasnya kehidupan, dan dibesarkan oleh kerja keras serta doa orang tua. Dari proses panjang itulah lahir pemimpin yang memahami betul arti perjuangan hidup rakyat kecil. Kisah perjalanan Musriadi Aswad, Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, menjadi salah satu contoh bagaimana pengalaman hidup dapat membentuk kepedulian sosial yang kuat.
Musriadi Aswad bukanlah sosok yang lahir dari keluarga politisi ataupun akademisi ternama. Ia adalah seorang perintis, bukan pewaris. Sejak kecil ia telah merasakan pahitnya kehidupan sebagai seorang anak yatim. Kondisi ekonomi keluarga yang sederhana membuatnya harus bekerja sejak usia muda. Salah satu pekerjaan yang pernah dijalaninya adalah menjadi tukang sol sepatu, sebuah pekerjaan yang mungkin bagi sebagian orang dianggap kecil, namun dari pekerjaan itulah ia belajar tentang arti kerja keras, kesabaran, dan ketekunan.
Keterbatasan Jadi Motivasi
Pengalaman hidup tersebut tidak menjadikannya menyerah pada keadaan. Sebaliknya, keterbatasan justru menjadi motivasi untuk terus belajar, berjuang, dan memperbaiki masa depan. Ia memahami bahwa pendidikan dan organisasi merupakan jalan penting untuk membangun kapasitas diri dan memperluas wawasan.
Saat menjadi mahasiswa, Musriadi aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan. Ia bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang selama ini dikenal sebagai salah satu organisasi kader yang banyak melahirkan pemimpin bangsa. Dari organisasi ini ia belajar tentang kepemimpinan, pemikiran kritis, serta tanggung jawab sosial terhadap masyarakat.
Selain itu, Musriadi juga aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan, termasuk Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) serta organisasi sosial lainnya. Aktivitas organisasi tersebut membentuk karakter kepemimpinan yang kuat sekaligus memperluas jaringan sosialnya di tengah masyarakat.
Pengalaman organisasi itu menjadi modal penting ketika ia kemudian terjun ke dunia politik. Bagi Musriadi, politik bukanlah sekadar ruang perebutan kekuasaan, melainkan jalan pengabdian untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Kepercayaan masyarakat kemudian mengantarkannya menjadi anggota DPRK Banda Aceh. Amanah itu tidak berhenti hanya satu periode. Dengan kerja keras dan kedekatan dengan masyarakat, Musriadi kembali dipercaya untuk periode kedua dan bahkan kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRK Banda Aceh.
Dalam posisinya sebagai wakil rakyat, Musriadi dikenal memiliki perhatian besar terhadap masyarakat kecil, terutama kaum dhuafa. Ia menyadari bahwa masih banyak warga yang hidup dalam keterbatasan ekonomi dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
Salah satu bentuk nyata kepeduliannya adalah melalui pemanfaatan program pokok-pokok pikiran (pokir) dewan untuk membantu masyarakat. Melalui program tersebut, ia mendorong pembangunan rumah layak huni bagi warga kurang mampu. Program ini memiliki makna yang sangat penting, karena rumah bukan sekadar bangunan fisik, tetapi juga tempat tumbuhnya rasa aman, ketenangan, dan harapan bagi sebuah keluarga.
Keberpihakan kepada Masyarakat
Bagi keluarga dhuafa, memiliki rumah yang layak sering kali menjadi mimpi yang sulit diwujudkan. Karena itu, kehadiran program rumah layak huni menjadi bentuk nyata keberpihakan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Selain itu, Musriadi juga memiliki perhatian besar terhadap pelayanan kesehatan masyarakat. Salah satu upayanya adalah mendorong bantuan ambulans untuk pemerintah gampong. Kehadiran ambulans ini sangat penting untuk membantu masyarakat dalam kondisi darurat kesehatan.
Di banyak wilayah, akses terhadap fasilitas kesehatan sering kali menjadi tantangan, terutama ketika warga membutuhkan pertolongan cepat. Dengan adanya ambulans di tingkat gampong, masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan secara lebih cepat dan efektif.
Namun kepedulian Musriadi tidak hanya terbatas pada bidang sosial dan kesehatan. Ia juga memiliki komitmen yang kuat terhadap dunia pendidikan. Baginya, pendidikan adalah jalan utama untuk memutus rantai kemiskinan dan membangun masa depan generasi Aceh yang lebih baik.
Komitmen tersebut juga terlihat dari aktivitasnya di dunia akademik. Selain menjalankan tugas sebagai wakil rakyat, Musriadi juga mengabdikan diri sebagai dosen di Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh. Peran ini menunjukkan bahwa ia tidak hanya berkontribusi dalam bidang politik, tetapi juga dalam pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan.
Perpaduan antara pengalaman hidup, aktivitas organisasi, dunia akademik, dan pengabdian politik menjadikan Musriadi sebagai sosok pemimpin yang memahami realitas masyarakat secara langsung. Ia tidak hanya melihat persoalan dari balik meja kebijakan, tetapi juga dari pengalaman hidup yang pernah ia jalani sendiri.
Mengandung Pesan Penting
Kisah perjalanan hidup Musriadi Aswad mengandung pesan penting bagi generasi muda. Bahwa keterbatasan ekonomi, latar belakang keluarga, atau kondisi sosial bukanlah penghalang untuk meraih masa depan yang lebih baik. Dengan kerja keras, ketekunan, serta dukungan doa orang tua, seseorang dapat mencapai posisi yang bermanfaat bagi banyak orang.
Lebih dari itu, kisah ini juga mengingatkan bahwa politik seharusnya menjadi sarana untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat, bukan sekadar alat untuk mengejar kekuasaan. Ketika politik dijalankan dengan niat pengabdian, maka kebijakan yang lahir akan benar-benar berpihak kepada rakyat.
Di tengah dinamika politik yang sering kali diwarnai berbagai kepentingan, kehadiran pemimpin yang lahir dari perjuangan hidup seperti Musriadi menjadi harapan bagi masyarakat. Ia menjadi contoh bahwa wakil rakyat seharusnya hadir di tengah masyarakat, memahami kebutuhan mereka, dan berusaha memberikan solusi nyata.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya ditentukan oleh jabatan yang diraih, tetapi oleh seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat. Dari seorang anak yatim dan tukang sol sepatu hingga menjadi Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, perjalanan Musriadi Aswad adalah bukti bahwa ketekunan, komitmen, dan doa orang tua dapat mengantarkan seseorang menjadi pelayan rakyat yang sesungguhnya.
* Dr. Jalaluddin, M.Pd., Wakil Rektor Universitas Serambi Mekkah/Alumni Program Doktor Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Medan.
