Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh tengah berupaya memperkuat budaya tradisional Aceh, khususnya di kalangan generasi muda, melalui kegiatan sanggar seni budaya di hampir setiap sekolah di kota tersebut. Dengan adanya inisiatif ini, seni budaya tradisional Aceh dapat terus berkembang menjadi aktivitas kreatif bagi anak-anak sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Sulaiman Bakri, S.Pd. M.Pd, melalui Kepala Bidang Kebudayaan Drs. Husni Alamsyah, menyatakan bahwa hampir semua sekolah di Banda Aceh telah memiliki sanggar seni budaya. Hal ini berarti bahwa upaya pelestarian seni budaya tradisional Aceh sedang dilakukan melalui partisipasi aktif generasi muda.
Untuk meningkatkan upaya pelestarian budaya melalui sekolah, Pemerintah Kota Banda Aceh akan mendorong sekolah-sekolah untuk kembali melakukan kegiatan lawatan sejarah ke cagar budaya bagi siswa-siswi yang telah dibuat sebelumnya. Kepala Bidang Kebudayaan, Husni Alamsyah, mengungkapkan bahwa pihaknya berharap agar sekolah menyediakan jadwal khusus bagi siswa/siswi untuk melakukan lawatan ke situs-situs cagar budaya di wilayah Kota Banda Aceh. Tujuannya adalah untuk membangkitkan motivasi siswa-siswi agar lebih mengenal sejarah dan warisan budaya daerah mereka.
Lawatan siswa/i ke situs cagar budaya bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai sejarah yang ada di Kota Banda Aceh. Siswa-siswi akan memiliki kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan pemandu sejarah dan memperoleh pemahaman tentang peristiwa-peristiwa masa lalu yang penting.
Husni juga mengumumkan bahwa pihaknya akan menyelenggarakan sosialisasi di sekolah untuk mendorong pelestarian budaya di kalangan generasi muda. Ia mengajak generasi muda untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya, terutama situs-situs peninggalan sejarah di wilayah Banda Aceh.
Dalam upaya ini, Pemerintah Kota Banda Aceh menginginkan agar generasi muda dapat lebih mengenal tokoh-tokoh bersejarah yang pernah berkuasa dalam kerajaan atau kesultanan Aceh. Banda Aceh memiliki warisan budaya yang kaya, dan melalui lawatan sejarah ini, siswa-siswi diharapkan dapat memahami dan menghargai warisan ini dengan lebih baik.
Selain itu, berdasarkan data, terdapat lima jenis cagar budaya di Banda Aceh, yaitu benda budaya, bangunan, struktur, situs, dan kawasan cagar budaya. Total ada 72 situs cagar budaya dari berbagai jenis tersebut, yang semuanya tetap dalam perawatan, pemeliharaan, dan kebersihan yang baik.
Inisiatif ini merupakan langkah yang penting dalam melestarikan dan mempromosikan budaya tradisional Aceh kepada generasi muda. Diharapkan, dengan upaya ini, generasi muda akan semakin terhubung dengan akar budayanya dan menjaga warisan budaya yang berharga bagi kota dan masyarakat Banda Aceh.(Sdm)
