Petani Mengadu Lewat Medsos, Respons Cepat Wabup Syukri Tuai Apresiasi Pengamat

Kabarnanggroe.com, ACEH BESAR – Respons cepat Wakil Bupati Aceh Besar, Syukri, terhadap keluhan petani yang terdampak kekeringan pertanian menuai apresiasi dari Pengamat Sosial Politik, M. Nur, S.I.Kom., M.I.Kom. Keluhan petani yang disampaikan melalui media sosial dinilai langsung ditanggapi secara terbuka oleh Wakil Bupati.

Menurut M. Nur, langkah tersebut menunjukkan kepekaan dan responsivitas pemerintah daerah terhadap persoalan riil masyarakat, khususnya petani di kawasan Darussalam dan Seulimuem yang saat ini mengalami krisis air sawah.
“Lewat media sosial, petani melapor ke Pak Wakil Bupati. Alhamdulillah, Pak Syukri merespons cepat dengan menyampaikan kondisi kekeringan yang sedang melanda beberapa kawasan pertanian,” ujar Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Iskandar Muda (UNIDA).

Ia berharap, respons cepat tersebut tidak berhenti pada komunikasi semata, tetapi diikuti dengan langkah-langkah konkret dan solutif agar petani tidak mengalami gagal panen.
“Tentu kita berharap respons ini dibarengi dengan upaya yang solutif, supaya harapan petani untuk tetap panen bisa terwujud,” tegasnya.

Sebelumnya, petani di Kecamatan Darussalam memposting foto persawahan yang mengering di media sosial. Dalam unggahan tersebut, tampak selembar kertas bertuliskan, “Lapor Pak Wakil Bupati, kami sedang kekurangan air sawah di Kecamatan Darussalam.”

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Aceh Besar Syukri melalui pesan WhatsApp kepada media ini menjelaskan bahwa berkurangnya debit air disebabkan oleh beberapa hari tanpa hujan.
“Debit air saat ini semakin kecil karena sudah beberapa hari tidak hujan. Personel ranting sudah mulai piket malam di pintu air untuk pengaturan pembagian air,” kata Syukri.

Ia menambahkan, langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penutupan pintu air secara sepihak agar aliran air dari hulu tetap sampai ke kawasan hilir dan tidak terjadi pengambilan liar oleh oknum masyarakat.(*)

Exit mobile version