Daerah  

Jelang HUT RI, Bendera Merah Putih Laku Keras di Banda Aceh

Fitri berupaya menawarkan Bendera Merah Putih terhadap pengendara yang melintas, di depan Taman Gunongan Aceh, Seutui, Kota Banda Aceh, Rabu (2/8/2023). FOTO/ WAHYU DESMI

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Republik Indonesia (RI) Tahun 2023, Bendera Merah Putih laku keras di Banda Aceh. Berdasarkan pengakuan pedagang Fitri, jumlah penjualan meningkat pesat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah tahun ini penjualan meningkat dratis dibandingkan tahun lalu,” ucapnya, di depan Taman Gunongan Aceh, Seutui, Kota Banda Aceh, Rabu (2/8/2023).

Menurutnya, peningkatan jumlah penjualan turut dipengaruhi ketersediaan background merah putih yang dijajakan olehnya. Pada tahun lalu, penjualan hanya mengandalkan umbul-umbul dan bendera dengan ukuran yang berbeda. Omset penjualan pada tahun lalu, berkisar 1,5 hingga 2 juta rupiah perharinya. Namun di Tahun 2023, omset penjualan berkisar 1,5 hingga 3 juta rupiah perharinya.

“Tahun ini kita juga menyediakan background, dan Alhamdulillah itu juga menjadi salah satu penyebab dalam peningkatan ini,” ujar Fitri.

Fitri mengungkapkan, modal utama yang harus disediakan keluarganya untuk dapat menjajakan ratusan bendera tersebut mencapai 20 juta rupiah. Dalam hal itu, keluarganya mulai berjualan sejak 20 Juli hingga 17 Agustus dalam setiap tahunnya. Dalam kurun waktu tersebut, penambahan modal biasanya dilakukan pada tanggal 10 Agustus. Namun di Tahun 2023, penambahan modal harus dilakukan pada tanggal 1 Agustus.

Pembeli melakukan transaksi pembelian Bendera Merah Putih di depan Taman Gunongan Aceh, Seutui, Kota Banda Aceh, Rabu (2/8/2023). FOTO/ WAHYU DESMI

“Dari tanggal penambahan modal saja sudah tampak peningkatan jumlah penjualan dibandingkan sebelumnya,” paparnya.

Kemudian, Fitri menerangkan, dari berbagai jenis dan ukuran bendera yang dijajakan di badan jalan tersebut, jumlah penjualan terbanyak merupakan Bendera Merah Putih yang diperuntukkan untuk perkantoran dan perumahan.

“Jenis dan ukurannya beragam, namun yang paling banyak laku untuk ukuran yang dikibarkan dirumah,” tambahnya.

Lebih lanjut, Fitri menjelaskan, bendera dengan ukuran kecil yang diperuntukkan pada kendaraan roda dua sudah jarang laku. Dalam hal itu, jumlah penjualan untuk ukuran tersebut jauh merosot dibandingkan pada Tahun 2015.

“Dulu di Tahun 2015, bendera yang diperuntukkan pada motor laku keras. Namun sekarang sudah jarang yang beli,” pungkasnya.(WD)

Exit mobile version